Dalam melakukan perawatan sepeda motor, salah satu yang harus diperhatikan adalah waktu yang tepat untuk ganti oli mesin motor. Hal ini dilakukan guna menjaga performa mesin motor.
Ganti oli mesin motor dilakukan agar proses pendinginan mesin tetap terjaga dan komponen di dalam mesin terhindar dari keausan akibat adanya gesekan antar komponen. Rutin melakukan penggantian oli mesin, tentunya menghindari risiko komponen dalam mesin motor mudah rusak.
“Fungsi oli mesin sangat penting untuk kendaraan bermotor, karena oli memiliki fungsi sebagai pelumas supaya mesin dapat berjalan lancar serta berfungsi sebagai pendingin dan pencegah goresan akibat gesekan,” ungkap Nurudin, Technical Trainer PT ExxonMobil Lubricants Indonesia di sela acara Ngobrol Virtual Santai (NGOVSAN) bersama Forum Wartawan Otomotif (FORWOT)
Waktu Tepat Penggantian Oli Mesin
Dalam jangka waktu tertentu, pemilik sepeda motor harus melakukan penggantian oli mesin. Biasanya, waktu ini ditentukan berdasarkan jarak tempuh yang sudah dilalui oleh sepeda motor tersebut.
“Umumnya, ketika speedometer sudah mencapai kelipatan 2.500 atau 2.000 kilometer atau 2 bulan sejak penggantian terakhir, maka itu dapat dikatakan sebagai waktu yang tepat untuk mengganti oli,” jelas Nurudin.
Akan tetapi, disarankan sebaiknya pemilik motor membaca kembali buku panduan sepeda motornya. Waktu penggantian oli mesin oleh pabrikan biasanya dicantumkan dalam buku tersebut, baiknya sesuaikan dengan buku panduan itu.
Disampaikan oleh Nurudin, untuk motor jenis matik selain oli mesin ada oli gardan yang juga harus diperhatikan waktu penggantiannya. Waktu penggantian oli gardan disarankan patokan pada pergantian oli mesin dengan perbandingan 2:1. Hal tersebut dalam artian bahwa setiap dua kali mengganti oli mesin, maka Anda dapat mengganti oli gardan sekali.






