“Ada enam fokus pelatihan, yaitu identifikasi alat ukur; wiring diagram dan warna kabel; sistem pengapian dan pengisian; sistem transmisi otomatis; sistem bahan bakar; dan sistem PGM-FI,” jelasnya.
Sebelum pelatihan, para guru mengikuti pre tes sebagai tolok ukur kompetensi guru.
“Setelah pelatihan, pemahaman guru juga diuji sesuai standar kompetensi yang ditetapkan pada saat sertifikasi selama dua hari,” tambah Beni.
Setelah pelatihan modul dasar, Beni berujar, akan dibuka kembali batch training modul lanjutan dan sertifikasi level 2.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para peserta yang nantinya akan membagi ilmu yang didapatnya kepada anak didik bangsa,” harap Beni.



