Tak hanya sukses dalam bisnis, Asep Hendro juga dikenal aktif membangun atmosfer dunia balap Tanah Air dengan membentuk tim balap AHRS di berbagai ajang seperti road race, drag bike, dan motocross, bahkan menembus kancah Asia Road Racing Championship (ARRC).
“Dari nol saya membangun AHRS, mendidik pembalap, hingga menjuarai Asia lima tahun berturut-turut,” tambah Asep Hendro.
Ia bahkan mengaku telah mengeluarkan biaya promosi dan kegiatan balap hingga miliaran rupiah, dengan rata-rata mencapai Rp 12 miliar per tahun. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan produk dan kegiatan sosial di dunia balap Indonesia.
Dugaan Pembajakan dan Pendaftaran Merek Baru Jadi Landasan Asep Hendro Buat Gugatan Merek AHRS
Masalah muncul ketika diketahui bahwa pada 2023 dan 2024, seorang bernama Heri telah mendaftarkan merek AHRS Racing dan AHRS Racing Products ke DJKI. Padahal, merek asli AHRS milik Asep Hendro terakhir kali didaftarkan pada 2009 dan berlaku selama 10 tahun.
Menurut Nurhana Amin, SH., LLM, kuasa hukum Asep Hendro, tindakan tersebut bukan hanya mencatut nama, tetapi juga logo dan font khas AHRS, bahkan menjual produk berkualitas rendah yang menimbulkan komplain dari konsumen dan merugikan reputasi kliennya.






