Jurnalbikersplus.com – Perlu Sobat Bikers pahami, ada bahaya yang harus kalian hindari ketika salah pilih busi motor. Simak artikel yang kami lansir dari situs Wahana Honda ini, biar kalian tidak salah pilih busi ya.
Solusi paling cepat dan hemat saat mesin motor matic mendadak susah dihidupkan di pagi hari memang mengganti komponen businya.
Namun, banyak pemilik kendaraan yang main asal pasang busi baru di bengkel pinggir jalan hanya berpatokan pada ukuran drat yang kelihatan sama.
Anggapan bahwa busi aman dipakai selama dratnya masuk dan mesin bisa menyala merupakan mitos menyesatkan yang masih sering dipercaya.
Padahal, nekat menggunakan busi yang kodenya tidak sesuai standar rekomendasi pabrikan sama saja seperti mempertaruhkan keselamatan mesin kendaraan Anda.
Setiap unit mesin membutuhkan tingkat pelepasan suhu busi yang sangat spesifik agar proses pembakaran tetap bekerja optimal.
Supaya dapur pacu kendaraan Anda tidak mendadak hancur di tengah jalan, mari simak potensi bahaya salah pilih busi motor matic beserta panduan kodenya di bawah ini.
Bahaya Salah Pilih Busi Motor: Karakter Busi Panas dan Dingin Tak Boleh Tertukar
Jika Sobat Bikers memperhatikan deretan kode alfanumerik pada bodi keramik busi, angka tersebut menunjukkan nilai heat range atau tingkat panasnya.
Berdasarkan kemampuan melepas panas dari ruang bakar, jenis busi terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu busi panas dan busi dingin.
Busi panas dibekali ujung isolator yang lebih panjang agar mampu menahan panas pembakaran lebih lama di ujungnya.
Desain busi panas sangat cocok diterapkan pada mesin berkompresi rendah atau penggunaan harian jarak dekat dengan gaya berkendara santai.
Sementara itu, busi dingin dirancang dengan ujung isolator lebih pendek untuk membuang suhu panas secepat mungkin menuju blok silinder.
Mesin matic berkinerja tinggi seperti Honda Vario 160 maupun Honda PCX 160 wajib menggunakan jenis busi dingin ini.
Dampak Buruk Kode Busi Tidak Sesuai Spesifikasi
Efek samping dari kesalahan memilih spesifikasi kode busi bisa dirasakan secara langsung maupun merusak komponen internal secara perlahan.
Penggunaan jenis busi yang terlalu dingin pada motor harian akan membuat suhu optimal untuk membersihkan diri (self-cleaning temperature) tidak pernah tercapai.



