“Hari ini kalian melihat banyak pembalap di depan yang biasanya tidak berada di posisi teratas. Itulah yang terjadi ketika kondisinya spesial,” tambahnya.
Pujian untuk Fermin Aldeguer
Meski kecewa, Mir tetap memberikan apresiasi kepada Fermin Aldeguer dari Gresini Racing yang tampil impresif sepanjang balapan. Aldeguer sukses finis pertama, disusul Pedro Acosta (Red Bull KTM) dan Alex Marquez (Gresini Ducati).
“Balapan kali ini sangat lambat dari segi ritme. Semua pembalap harus berhati-hati, dan hanya Fermín yang benar-benar bisa tampil spektakuler,” kata Mir.
Eks pembalap Suzuki Ecstar itu mengakui bahwa MotoGP Mandalika 2025 termasuk salah satu seri paling aneh sepanjang kariernya, tetapi juga menarik karena sulit diprediksi.
“Jarang saya mengalami balapan seaneh ini. Siapa pun bisa finis di podium. Di satu sisi menarik, tapi kami perlu memahami apa yang sebenarnya terjadi,” tutupnya.
Kritik Joan Mir menambah daftar panjang pembalap yang menyoroti karakter unik Sirkuit Mandalika. Meski menuai pro dan kontra, sirkuit kebanggaan Indonesia ini tetap menjadi pusat perhatian dunia, terutama setelah menghadirkan balapan penuh kejutan di MotoGP Mandalika 2025.






