Mereka cenderung berkendara terlalu agresif dan cepat saat memasuki tikungan tajam, ngerem terlambat, lalu berasumsi buta bahwa sistem elektronik motor akan membereskan segalanya.
Padahal, secanggih apa pun teknologi yang disematkan pada kendaraan, sistem komputer tersebut tidak akan pernah bisa melanggar hukum fisika alam.
Peranti elektronik pintar ini dirancang khusus untuk meregulasi dan memaksimalkan traksi ban secara optimal dalam kondisi posisi motor lurus saja. Jika kamu menghajar tikungan terlalu cepat lalu memaksa motor tegak saat pengereman ekstrem, sistem tidak akan mampu mencegah motormu keluar dari jalur aman.
Kamu tetap membutuhkan kalkulasi pengaturan sudut kemiringan motor serta kontrol kecepatan masuk tikungan yang presisi, di mana hal itu tidak bisa digantikan oleh komputer. Ingat juga kalau rem canggih ini membutuhkan gesekan permukaan aspal yang ideal agar kinerjanya bisa berjalan maksimal.
Bahaya Overconfidence di Atas Aspal
Di atas permukaan jalanan yang penuh kerikil berserakan, daun basah, atau genangan solar, sistem rem pintar ini memang akan tetap berdenyut aktif.
Namun, ban motor mungkin hanya memiliki daya cengkeram yang sangat rendah sehingga sepeda motor milikmu akan tetap tergelincir bebas tanpa ampun.
Selain masalah teknis di jalanan, ancaman paling mengerikan dari kehadiran peranti canggih ini sebenarnya justru datang dari faktor psikologis sang pengendara sendiri.
Berbagai studi ilmiah menunjukkan bahwa, beberapa pengendara yang motornya dilengkapi rem pintar justru cenderung mengambil lebih banyak risiko berbahaya saat berkendara.
Mereka berani mengerem jauh lebih lambat serta menikung dengan kecepatan lebih tinggi karena merasa aman dalam buaian jaring pengaman elektronik.
Fenomena psikologis berbahaya ini dikenal luas dalam dunia keselamatan berkendara dengan istilah kompensasi risiko (risk compensation).
Kamu sebenarnya tidak menjadi lebih aman sedikit pun jika sengaja memanfaatkan teknologi canggih ini untuk memacu kendaraan hingga melebihi batas kemampuan diri.
Oleh karena itu, mulailah berkendara dengan bijak dan selalu anggap seolah-olah peranti bantuan elektronik pintar tersebut sedang tidak aktif atau tidak ada di motormu.






