“Saya berkomitmen penuh untuk memberikan yang terbaik, belajar dengan cepat, dan mewakili Indonesia dengan bangga di panggung internasional,” tegas pembalap asal Depok berusia 33 tahun tersebut.
Modal Pengalaman Panjang di Balap Internasional
Perjalanan karier Dimas Ekky hingga ke titik ini bukan cerita singkat. Ia memulai dari kejuaraan nasional, lalu mencicipi kerasnya balap internasional lewat ajang Suzuka 4 Hours dan 8 Hours yang legendaris.
Namanya semakin dikenal saat menjadi wakil utama Indonesia di CEV Moto2, hingga akhirnya tampil sebagai pembalap reguler Moto2 dunia bersama Idemitsu Honda Team Asia. Pengalaman bertahun-tahun mengendalikan motor prototype di Eropa menjadi modal penting saat kini harus menaklukkan gaya balap bagger yang menuntut fisik kuat dan teknik berbeda.
Misteri Rekan Setim Dimas Ekky Pratama di Niti Racing
Meski posisi Dimas Ekky sudah dipastikan, Niti Racing masih menyimpan teka-teki besar. Hingga kini, identitas pembalap kedua yang akan menjadi rekan setimnya belum diumumkan ke publik.
Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi di paddock, mulai dari kemungkinan kembalinya legenda MotoGP, hingga hadirnya talenta muda Eropa yang tengah naik daun. Siapa pun sosoknya, dipastikan harus sepadan dengan ambisi besar Niti Racing di panggung global.
Kehadiran Dimas Ekky Pratama di Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 bersama Niti Racing diyakini akan menarik atensi besar, khususnya dari penggemar otomotif Tanah Air. Balapan bagger bukan sekadar soal kecepatan, tapi juga karisma, strategi, dan ketangguhan mesin besar di sirkuit MotoGP.
Dengan semangat baru dan dukungan tim yang ambisius, Dimas Ekky siap membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu beradaptasi dan bersinar di disiplin balap motor apa pun di level dunia.






