Pihak Ducati sendiri sudah memastikan bahwa tidak ada kesalahan strategi atau teknis dari sisi motor selain kerusakan fisik akibat benturan tersebut. Kejadian ini sekaligus memutus rekor impresif Ducati yang selalu naik podium dalam 88 balapan terakhir sejak 2021.
Cuaca Panas Buriram Jadi Biang Kerok Pelek Melunak
Piero Taramasso dari Michelin ikut memberikan pandangan menarik terkait fenomena pelek pecah yang dialami Marc Marquez dan beberapa pembalap lain. Menurutnya, suhu udara yang sangat ekstrem di Thailand membuat material logam pada pelek menjadi lebih lunak dari biasanya.
Kombinasi antara material yang melunak akibat panas dan desain trotoar yang agresif menjadi ramuan sempurna untuk merusak komponen roda. Ia mencatat bahwa sepanjang akhir pekan di Buriram, banyak pelek motor yang kembali ke tenda Michelin dalam kondisi bengkok.
Kasus serupa sebenarnya sempat dialami Jorge Martin saat sesi sprint, di mana ia kehilangan tekanan udara karena peleknya bengkok setelah menghantam trotoar. Perbedaannya, Jorge hanya mengalami kebocoran halus, sementara Marc Marquez harus pasrah karena bannya langsung kempis total.
Kondisi sirkuit ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi para produsen ban dan tim mekanik untuk mencari setelan material yang lebih tangguh. Suhu lintasan yang membara terbukti mampu mengubah karakteristik komponen motor yang paling solid sekalipun.






