Drama juga sempat menghampiri Hilman Maksum yang mengalami kendala teknis tepat saat start Race 2 dimulai. Hal ini memaksanya harus melorot ke posisi paling buncit dan berjuang merangkak naik melewati lawan satu per satu.
Berkat ketenangan dan skill mumpuni, Hilman secara perlahan berhasil merangsek ke barisan depan hingga kembali finis di urutan ketiga. Konsistensi Hilman di dua race ini menjadi bukti bahwa ia adalah ancaman serius bagi rival-rivalnya di musim ini.
Komentar Rider dan Manager Soal Hasil Balapan
Johny Pranata selaku Team Manager mengaku sangat bangga melihat fighting spirit yang ditunjukkan oleh anak asuhnya tersebut. Ia menilai hasil ini adalah modal yang sangat kuat untuk menghadapi putaran-putaran selanjutnya di sirkuit yang berbeda.
“Kami melihat fighting spirit yang luar biasa dari Diva, terutama setelah insiden di race pertama. Hilman juga menunjukkan konsistensi yang sangat baik, ini hasil positif namun kami tetap menargetkan hasil lebih tinggi,” ungkap Johny.
Diva Ismayana sendiri mengakui bahwa jalannya balapan kali ini tidaklah mudah, terutama karena kondisi fisik yang tidak seratus persen. Ia memilih untuk tetap tenang dan fokus menjaga posisi agar tidak kehilangan poin penting di awal musim.
“Race pertama cukup berat karena saya sempat terjatuh, tapi saya coba tetap tenang untuk kembali ke ritme balap. Di race kedua fokus saya lebih ke menjaga posisi dan konsistensi sampai finish,” jelas Diva.
Sementara itu, Hilman Maksum merasa cukup puas dengan performanya meski sempat terkendala di gate start pada balapan kedua. Ia bertekad untuk terus melakukan improvisasi agar bisa meraih hasil yang jauh lebih baik pada seri mendatang.
“Di race kedua saya harus mengejar dari posisi paling belakang karena kendala start. Meski begitu, saya cukup puas bisa konsisten di dua race dan ini jadi modal penting untuk terus push di seri berikutnya,” pungkas Hilman.






