
Jelas dari material helm juga terlihat sangat berbeda. Herry meyakini, bagi pengguna Arai atau pecinta Arai pasti akan segera tahu perbedaan yang jelas terlihat itu.
“Tapi buat penguna Arai yang aktif pasti sudah bisa membedakan Arai clone tersebut,” papar Herry.
Sementara itu, Arif RB selaku Sales & Distribution Manager Prime Gears yang juga mewakili Arai Indonesia turut menyampaikan tanggapannya. Bahwasanya, pihaknya tidak pernah merasa khawatir dengan adanya helm Arai palsu tersebut.
Hanya saja yang perlu jadi catatan, pihak penjual helm palsu itu harus menyebutkan bahwa helm yang dijualnya bukan merek asli Arai alias replika. Dalam artian penjual helm palsu tidak boleh mengakui bahwa helm yang dijualnya merupakan helm Arai asli.
Pasalnya ini akan menyangkut pada keselamatan penggunanya. Helm palsu tidak jelas kualitas bahan bakunya, sedangkan helm Arai sangat menjamin kualitas dari setiap produk yang dipasarkannya.
“Market kami sudah sangat jelas, orang yang membeli helm palsu atau kloningan itu bukan sasaran pasar kami. Pengguna Arai dan yang paham dengan produk helm Arai tidak akan membeli helm palsu tersebut,” jelas Arif RB.
Sejauh ini, pihak Arai Indonesia juga telah mengirimkan informasi terkait adanya helm palsu tersebut. Disampaikan oleh Arif RB, bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari pihak Arai Jepang terkait helm palsu itu.
“Kami sedang menunggu jawaban dari Arai Jepang. Pasti kami akan informasikan lebih lanjut,” pungkas Arif RB
Helm Arai Rapide Neo di Indonesia dijual dengan harga mulai dari Rp 8 jutaan tergantung dari warna dan motifnya.
Arai Rapide Neo memiliki spesifikasi sebagai berikut:






