Memang, Yamaha menepati janji soal peningkatan dana dan upaya pengembangan. Namun di lintasan, hasilnya belum cukup meyakinkan. Performanya dinilai stagnan, dan kesabaran Quartararo pun akhirnya habis.
Situasi ini diperparah oleh perubahan struktur manajemen Yamaha. Mundurnya Lin Jarvis di akhir 2024 dan masuknya Paolo Pavesio membawa dinamika baru yang tidak sepenuhnya cocok dengan Quartararo.
“Saya tidak banyak berbicara dengan Pavesio. Saya lebih sering berdiskusi dengan para insinyur di pit,” ujar Quartararo dalam wawancaranya dengan Motorsport.com pada akhir 2025 di Australia.
Honda Gaet Fabio Quartararo untuk MotoGP 2027, Siapa Rekannya?
Dengan kabar Honda gaet Fabio Quartararo MotoGP 2027, perhatian kini beralih ke siapa yang akan menjadi tandemnya di tim pabrikan Honda. Kontrak Joan Mir dan Luca Marini sama-sama berakhir pada penghujung 2026.
Honda disebut masih mengevaluasi beberapa aspek sebelum menentukan pembalap kedua. Joan Mir dinilai dari sisi motivasi dan konsistensi, sementara Luca Marini punya hubungan kuat dengan faksi Jepang Honda yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan.
Selain dua nama tersebut, Pedro Acosta dan Jorge Martín juga sempat masuk radar. Martín bahkan pernah mencoba hengkang dari Aprilia pada pertengahan 2025 demi membuka jalan ke Honda, namun langkah tersebut kandas setelah mendapat penolakan dan intervensi pihak penyelenggara.
Jika benar terjadi, bergabungnya Quartararo bisa menjadi titik balik ambisi Honda untuk kembali ke puncak MotoGP di era regulasi baru. Satu hal yang pasti, musim 2027 sudah mulai terasa panas, bahkan sebelum 2026 dimulai.






