Dari sekian banyak sekolah yang mendaftar, hanya 30 sekolah terbaik yang berhasil melaju ke babak semifinal sebelum akhirnya dikerucutkan lagi menjadi 10 finalis. Ketatnya proses seleksi ini menjamin bahwa setiap siswa yang masuk ke babak final adalah individu pilihan dengan skill di atas rata-rata.
Pada babak penentuan, para finalis diuji dengan berbagai tantangan teknis mulai dari diagnosa mesin hingga urusan sistem kelistrikan kendaraan yang rumit. Penilaian dilakukan langsung oleh dewan juri profesional yang terdiri dari praktisi industri kawakan serta akademisi otomotif yang sangat kompeten.
Keseriusan Tekiro dalam menggarap kompetisi ini juga terlihat dari standar evaluasi yang digunakan sebagai tolok ukur kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Hal ini penting agar para lulusan SMK tidak kaget saat harus menangani teknologi kendaraan terbaru yang ada di lapangan nanti.
Hadiah Mewah dan Peluang Karir Internasional bagi Pemenang
Sebagai bentuk apresiasi, Tekiro tidak tanggung-tanggung dalam memberikan hadiah bagi para pemenang berupa uang tunai dan paket alat bengkel senilai ratusan juta rupiah. Hadiah berupa tool set lengkap diharapkan bisa membantu pihak sekolah memperbarui fasilitas praktik agar standar belajar siswa tetap terjaga.






