Ketua Pelaksana JAWARA Rally 2026, Fanny Nurisma, menekankan bahwa acara ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi komunitas dan Indonesia. Beliau menyampaikan sebuah pesan penting mengenai visi besar dari kegiatan berskala internasional ini.
“JAWARA bukan sekadar rally, tetapi perjalanan yang menghidupkan kembali sejarah dan membawa kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat di sepanjang rute yang dilalui,” ujar Fanny Nurisma.
Dari Malang Hingga Kemeriahan di Solo
Keseruan dimulai dengan opening ceremony yang megah serta titik start yang berlokasi di area ikonik Balaikota Malang. Setelah menempuh perjalanan yang menantang, seluruh peserta akan berkumpul untuk merayakan closing event di Benteng Vastenburg, Solo.
Penutupan acara di Solo nanti dipastikan bakal meriah karena melibatkan berbagai komunitas lokal serta masyarakat umum untuk ikut berpesta. Penyatuan elemen sejarah tempat (benteng) dan sejarah kendaraan (motor antik) menciptakan harmoni visual yang sangat luar biasa.
Targetnya, gelaran ini tidak hanya sekali jalan, tapi menjadi agenda otomotif klasik berkelanjutan yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Melalui konsistensi ini, MACI berharap bisa terus menjaga semangat menjaga kendaraan bersejarah tetap hidup di tengah gempuran zaman.
Sebagai pemanasan sebelum hari besar tiba, panitia juga sudah menyiapkan rangkaian acara awal yang tidak kalah seru untuk diikuti. Baru-baru ini MACI adakan kegiatan Halal Bihalal dan Media Gathering yang dilaksanakan pada 5 April 2026.



