Polisi hingga kini masih mengumpulkan berbagai bukti di lapangan untuk memperjelas penyebab tabrakan maut tersebut. Kendaraan yang terlibat pun sudah diamankan oleh petugas untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Pendalaman Kasus dengan Metode Traffic Accident Analysis (TAA)
Satlantas Polres Kulon Progo tidak mau gegabah dalam menentukan siapa yang bersalah dalam insiden memilukan ini. Mereka menurunkan tim khusus untuk melakukan olah TKP menyeluruh dengan metode TAA (Traffic Accident Analysis).
Langkah ini diambil guna memastikan kronologi kejadian secara akurat berdasarkan data teknis di lapangan. Selain mengumpulkan barang bukti, polisi juga ingin mengetahui penyebab pasti apakah ada faktor human error atau kendala teknis kendaraan.
Pemeriksaan saksi-saksi di sekitar lokasi simpang empat Mlangsen juga terus dilakukan secara intensif. Polisi berharap keterangan dari warga sekitar bisa melengkapi potongan puzzle kejadian yang terjadi pada sore hari tersebut.
Iptu Sarjoko menegaskan bahwa hasil kesimpulan penyelidikan belum bisa dibocorkan kepada publik karena prosesnya masih terus berjalan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk bersikap objektif dan profesional dalam menangani kasus yang melibatkan tokoh publik ini.






