Selain itu ada juga 9 duta mahasiswa dari dua universitas serta 8 guru PAUD tangguh ikut meramaikan persaingan. Mereka semua berasal dari beberapa wilayah terpilih mulai dari Medan, Yogyakarta, hingga kawasan industri Karawang.
Puncak kemeriahan dari seluruh rangkaian acara ini rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 7 sampai 9 Juli 2026 mendatang. Lokasi karantina dan kompetisi final akan berpusat di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center Deltamas, Bekasi, Jawa Barat.
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah kolaborasi strategis bersama dunia pendidikan nasional. Pihak yayasan sengaja merangkul generasi muda guna memperkuat fondasi budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan di tanah air.
“Kami melihat generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya keselamatan berkendara. Dengan semangat Sinergi Bagi Negeri pada gelaran SRC 2026, kami tidak hanya mencari duta keselamatan terbaik, tetapi juga memperkuat kompetensi mereka agar mampu menyampaikan pesan keselamatan berkendara secara kreatif, efektif, dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Muhib.
Tantangan Seru Menjadi Agen Perubahan di Jalan Raya
Semangat tinggi juga ditunjukkan oleh salah satu peserta asal SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang bernama Imam Utomo. Dirinya merasa sangat optimis bahwa keterlibatan di ajang ini bisa memperluas dampak positif edukasi aman berkendara.
“Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari generasi muda yang ikut mengampanyekan budaya keselamatan berkendara. Saya sangat antusias mengikuti Final Safety Riding Camp 2026 karena akan mendapatkan banyak pengalaman dan kompetensi baru dengan harapan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengajak lebih banyak masyarakat,” ujar Imam.
Sepanjang kompetisi final berlangsung, seluruh finalis dipastikan bakal menghadapi berbagai macam tantangan seru yang menguji mental. Mereka akan mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai pelopor keselamatan di jalan.
Para peserta bakal diuji mulai dari pemahaman teori, keterampilan berkendara, hingga simulasi memakai Honda Riding Trainer (HRT). Kualitas edukasi mereka nantinya dinilai langsung secara objektif oleh para instruktur profesional berlisensi Astra Honda Licence Instructor (AHLI).
Lewat konsistensi semangat Sinergi Bagi Negeri, Yayasan AHM menegaskan komitmen jangka panjang mereka untuk terus menyebarkan edukasi yang bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara dan selalu gaungkan slogan #Cari_Aman ya!



