Namun, angka ini tidak bisa dijadikan patokan mutlak. Jarak penggantian sangat bergantung pada jenis oli yang digunakan—mulai dari mineral, semi-sintetik, hingga full synthetic—serta kondisi penggunaan kendaraan dan ketepatan perawatan berkala.
“Rentang waktu penggantian oli tidak hanya bergantung pada jarak tempuh, tapi juga pada kemampuan pelumas menghadapi beban mesin di kondisi ekstrem seperti debu dan kemacetan. Oli full synthetic umumnya memiliki ketahanan lebih baik dibanding oli mineral,” ujar Mulianto, Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants.
Selain jarak tempuh, berikut beberapa tanda yang menunjukkan oli sudah waktunya diganti:
1. Suara mesin terdengar kasar atau berdengung
Lapisan oli yang menipis membuat gesekan antar komponen logam meningkat. Akibatnya, suara mesin terdengar lebih kasar dari biasanya.
2. Tarikan kendaraan terasa berat
Oli yang sudah lama digunakan tidak lagi mengalir dengan optimal. Komponen mesin seperti piston dan katup bergerak kurang mulus, respons gas melambat, dan tenaga mesin menurun, terutama saat macet atau menanjak.
3. Suhu mesin cepat panas
Gesekan berlebih antar komponen mesin menyebabkan suhu meningkat. Ini menjadi indikasi bahwa performa oli sudah menurun dan tidak lagi bekerja maksimal.
4. Konsumsi bahan bakar meningkat
Mesin yang bekerja lebih keras akibat pelumasan kurang optimal membuat proses pembakaran menjadi tidak efisien. Alhasil, konsumsi BBM pun ikut naik.
Pengendara juga disarankan mencatat tanggal serta jarak tempuh setiap kali mengganti oli agar lebih mudah memantau masa pakainya.
Pertamina Lubricants Dorong Konsumen Ganti Oli Tepat Waktu
Untuk mendorong kebiasaan perawatan kendaraan yang lebih disiplin, Pertamina Lubricants menghadirkan promo Hari Gajian dan promo Mudah Cuan.
Program cashback oli ini berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026 dan bisa dimanfaatkan di lebih dari 2.000 bengkel rekanan di seluruh Indonesia.






