Tidak hanya memproduksi ban berkualitas, Michelin juga hadirkan panduan touring yang bisa jadi acuan bagi para bikers agar perjalanan semakin nyaman dan aman.
Panduan touring dari Michelin ini disebut dengan Michelin Guide. Pada awal pembuatannya, yakni tahun 1900 panduan ini berupa buku. Namun Michelin Group tahu bahwa di era digital seperti sekarang, layanan mereka pun harus ikut dalam perkembangan teknologi.
Maka dibuatlah versi digital Michelin Guide dengan isi yang memungkinkan pelanggan di seluruh dunia menikmati layanan dan informasi layaknya dalam sebuah buku.
“MIchelin Guide adalah cara kami untuk memberikan pengalaman terbaik dalam perjalanan, kuliner, dan gaya hidup. Melalui berbagai pilihan hotel dan restoran, Michelin Guide secara aktif turut mempromosikan industri ini dan memenuhi harapan para pelancong dan pecinta kuliner yang ingin menikmati pengalaman kuliner otentik dan liburan tak terlupakan,” ujar Steven Vette, Presiden Direktur Michelin Indonesia.
Michelin Star
Guna mendukung Michelin Guide, perusahaan produsen ban ini juga membuat ajang penghargaan dengan nama Michelin Star, jika dianalogikan dalam dunia film maka ini namanya adalah Academy Awards. Ajang ini merupakan simbol tolok ukur kualitas restoran yang sudah dinilai secara langsung, independent, dan rahasia oleh tim khusus dari Michelin. TIdak hanya soal kelezatan, bahkan tempat, chef, hingga kru yang melayaninya pun ikut menjadi kriteria penilaian.
Adapun kriteria untuk hotel dan penginapan adalah pada keunggulan desain interior, arsitektut, karakter yang mencerminkan kepribadian dan keaslian hotel itu sendiri. Serta ikut dinilai juga kualitas dan konsistensi pelayanan, kenyamanan, perawatan, dan destinasi di sekitar domisili hotel atau penginapan.
Penilaian yang telah didapat kemudian dimasukkan dalam buku panduan khas berwarna merah berjudul Michelin Guide. Rekomendasi tertinggi dari apresiasi ini dilambangkan dengan tiga bintang. Meski demikian, daftar nama yang tercatat dalam buku ini belum tentu memiliki bintang.






