Pihak kepolisian bahkan sudah mulai menormalkan kembali jalur karena kondisi lalu lintas yang mulai melandai pada Jumat siang. Pembersihan jalur one way dilakukan secara bertahap agar arus kendaraan dari arah berlawanan bisa kembali melintas.
Keberhasilan mengatur jutaan pemudik ini disebut sebagai hasil kerja keras kolektif seluruh personel. Mulai dari petugas di Pospam hingga Pos Terpadu, semuanya bersiaga penuh demi kelancaran perjalanan masyarakat.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, memaparkan data terkait lonjakan tersebut secara mendalam:
“Pada Jumat (20/3) malam tadi kami juga mendapat arahan dari Bapak Kapolri dan sekalian kami melaporkan bahwa arus mudik sudah berlangsung, dan puncak arus mudik adalah tanggal 18 (Maret), di mana puncak arus mudik sejumlah 270.000. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, Operasi Ketupat 2025, ada peningkatan 4,26 persen,” jelasnya.
Beliau juga menambahkan pesan menyentuh mengenai esensi dari pengamanan mudik tahun ini:
“Operasi Ketupat adalah bagaimana kita hadir di lapangan untuk memastikan bahwa semua perjalanan adalah bahagia. Semua perjalanan adalah rindu. Rindu pada kampung halaman, rindu pada keluarga, dan kembalinya selamat.”
Kakorlantas berharap ritme kerja yang solid ini bisa terus dijaga hingga masa arus balik nanti. Keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama agar tidak ada kendala berarti saat warga kembali ke kota asal.
Liputan Mudik 2026 diselenggarakan oleh Jurnalbikers.com dengan dukungan penuh dari FIFGROUP, Pertamina Lubricants, Royal Enfield dan PT Wahana Makmur Sejati.






