Sehingga untuk motor listrik dengan kapasitas baterai yang ada hanya mampu melaju sejauh 60 Km sampai dengan 100 Km saja.
“Ada beberapa faktor penyebab masih belum banyak diminatinya motor listrik. Jarak tempuh yang hanya mencapai 60 – 100 kilometer untuk sekali isi ulang daya baterai. Waktu charging yang lama dan juga harga yang masih terbilang tinggi,” ucap Hari.
Tentunya hal ini menyebabkan, penjualannya belum bisa sekompetitif dengan motor konvensional.
Pada diskusi bertemakan “Proyeksi Pasar Otomotif 2024, Peluang dan Tantangan” itu. Hari juga menjelaskan beberapa hal terkait langkah pemerintah, untuk meningkatkan penyerapan motor listrik oleh masyarakat.
Salah satunya adalah dengan standarisasi baterai. Dimana untuk ini diharapkan ada penyeragaman baterai dari banyak merek motor listrik yang ada di Indonesia.
“Tapi, ini juga masih terkendala. Karena masing-masing produsen punya teknologi juga desain pack baterai yang berbeda-beda. Untuk itu, butuh waktu yang tidak sebentar pastinya untuk konsolidasi,” pungkas Hari.










