
Bamsoet juga memaparkan teknis saat touring yakni nantinya Black Stone Riders akan bertemu dengan duta besar maupun perwakilan diplomat Indonesia. Kegiatan ‘Meet and Greet’ yang melibatkan komunitas otomotif di negara setempat pun akan digunakan sebagai sarana mewujudkan misi perjalanan ini.
“Pada saat ‘Meet and Greet” di negara yang dikunjungi Andrabells dan Syachnail akan membagikan merchandise batik Indonesia berbentuk syal atau buff produksi Rumah Batik Palbatu. Selanjutnya bikers yang dikenal dengan Father and Son jua akan mempromosikan wisata Indonesia kepada para bikers Asia dengan cara mengundang mereka untuk berwisata ke Indonesia melalui touring bermotor (otomotif tourism) ke destinasi wisata unggulan yang ada di Indonesia,” lanjut Bamsoet.
Kilas Perjalanan Father and Son
Bicara tentang pengalaman touring bapak dan anak ini setidaknya kita bisa melihat pengalamannya keliling Indonesia. Mulai dari Jelajah Garis Batas Borneo 2019, Ride for Friendship 1 (Bekasi-Timor Leste) 2021, Ride for Friendhsip 2 (Bekasi-Sabang, Aceh) 2021, Ride for Friendship 3 (Bekasi-Merauke, Papua) 2022.
Dalam Black Stone Riders. Touring Motorbike Asia IMI turut mensosialisasikan fasilitas FIA Carnet De Passages En Douane (CPD) atau yang dikenal dengan visa kendaraan bermotor lintas negara. CPD ini memiliki manfaat untuk pecinta motoran yang riding dari tanah air untuk melintasi negara di kawasan ASEAN. Bamsoet menjelaskan bahwa fasilitas ini hadir dari dukungan Bea dan Cuka Indonesia. ##





