Sebagai contoh, Malaysia telah menjalankan program MyMAP (Malaysia Motorcycle Assessment Programme) melalui MIROS (Malaysian Institute of Road Safety Research). Program ini bertujuan mendorong pabrikan sepeda motor menyematkan fitur Anti-Lock Braking System (ABS) pada kendaraannya, demi mengurangi kecelakaan saat pengereman—a titik kritis keseimbangan sepeda motor.
Sayangnya, hingga kini penerapan ABS di Indonesia masih bersifat opsional, tidak seperti di Malaysia dan Thailand yang sudah menjadikannya wajib sejak 2025. MyMAP bahkan sudah bersiap menuju fase kedua, yaitu mendorong penggunaan teknologi Motorcycle Stability Control (MSC).
Adapun satu-satunya regulasi yang mengarah pada keselamatan pengguna motor di Tanah Air adalah Permenhub Nomor PM 12 Tahun 2019, namun belum mencantumkan kriteria teknis mengenai motor yang berkeselamatan secara eksplisit.
“Negara tetangga sudah bergerak dengan MyMAP. Mungkinkah Indonesia membangun IDMAP, lalu bersama-sama membentuk ASEAN MAP untuk keselamatan regional?” tutup Adrianto yang juga dosen di Politeknik APP Jakarta, Kementerian Perindustrian.






