Terkait QJMotor SRV 250A, model ini memang unik lantaran mengadopsi teknologi AMT (Automated Manual Transmission), di mana penggunanya tak perlu repot-repot menekan kopling dan menginjak pedal untuk mengoper gigi. Tak heran, kalau kebanyakan pembelinya adalah kaum perempuan.
“Presentase penjualan SRV 250A tidak jomplang, karena perempuan menyumbang sekitar 40% dari total penjualan. Hal ini karena dimensinya tidak terlalu besar, dan trasmisinya bisa matic dan manual. Hal ini yang membuat kaum wanita mulai mencoba merambah ke segmen motor gede,” tambahnya.
Tingginya minat konsumen akan produk-produk QJMotor, membuat perusahaan ini menetapkan proyeksi untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Dalam waktu dekat, mereka akan membangun pabrik perakitan untuk setiap model yang dijual. Sehingga, mereka tak perlu lagi melakukan impor kendaraan secara utuh dari negeri Tiongkok.
Tak hanya itu, merek China yang sudah hadir sejak 1985 ini pun akan melebarkan sayapnya ke beberapa kota di Tanah Air. Hal itu, berdasarkan dari pantauan tim pemasaran bahwa prospek di daerah-daerah cukup bagus.
“Di luar pulau Jawa prospeknya bagus. Kami ada target ke Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi di tahun ini. Target tahun ini ada 20 diler. Ada lumayan banyak kandidat diler. Di Bali sendiri sudah survey lokasi, di Semarang juga sudah ada, dan sudah proses pembangunan. Kami berharap di bulan April ini, sudah ada diler yang berjalan,” tutupnya.






