Jurnalbikersplus.com – Siapa sangka Sobat Bikers, pelumas Pertamina yang merupakan produk dalam negeri, memiliki kualitas yang bisa diadu dengan produk internasional.
Industri otomotif global saat ini semakin menuntut standar pelumasan mesin yang jauh lebih presisi. Demi menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina Lubricants atau PTPL langsung mengambil langkah taktis untuk memperkuat daya saing mereka di kancah internasional.
Strategi utamanya tentu saja dengan memaksimalkan teknologi modern serta otomatisasi produksi kelas atas di fasilitas manufaktur andalan mereka, Production Unit Jakarta atau PUJ.
Berdiri kokoh sejak tahun 1957 di atas lahan seluas lebih dari 12 hektar di kawasan Plumpang, Koja, Jakarta Utara, PUJ menjelma menjadi fasilitas produksi pelumas terintegrasi terbesar di Asia Tenggara.
Pabrik legendaris ini tidak hanya sekadar menjadi simbol sejarah industri pelumasan dalam negeri, melainkan benar-benar menjelma sebagai pusat penggerak utama roda perekonomian sektor otomotif nasional.
Sebagai tulang punggung pelumasan tanah air, fasilitas ini ditopang penuh oleh tiga lini utama berkapasitas super masif yang siap memborbardir kebutuhan pasar.
Lube Oil Blending Plant atau LOBP mencatatkan kapasitas produksi fantastis yang mampu mencapai angka 270 juta liter pelumas per tahun.
Tidak ketinggalan, Grease Plant di dalam kompleks ini juga diandalkan untuk menghasilkan hingga 8.000 metrik ton gemuk pelumas setiap tahunnya demi melibas berbagai kebutuhan berat.
Ditambah lagi dengan keberadaan Viscosity Modifier Plant yang sigap memproduksi 14 juta liter bahan peningkat indeks viskositas per tahun secara konsisten.
Teknologi Canggih di Balik pelumas Pertamina
Pabrik raksasa ini ternyata tidak cuma mengandalkan skala produksi yang masif belaka untuk memikat hati para pencinta otomotif.
Rahasia utama keunggulan pelumas Pertamina terletak pada tingkat presisi teknologi otomatisasi tinggi yang diterapkan dalam setiap jengkal proses pembuatannya.
Manager Production Unit Jakarta Pertamina Lubricants, Dody Arief Aditya, menjelaskan bahwa proses pencampuran atau blending selalu dikawal dengan tingkat akurasi jempolan menggunakan metode-metode modern.
Pabrik ini menerapkan sistem In-Line Blending atau ILB yang melakukan pencampuran pelumas secara berkelanjutan langsung di dalam pipa demi menggenjot efisiensi produksi skala besar.
Selain itu, ada pula metode Simultaneous Metered Blending atau SMB yang secara khusus didedikasikan untuk meracik formulasi pelumas berkandungan logam rendah atau low ash.



