Namun, bagian yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan suspensi depan tipe girder fork yang terlihat sangat klasik dan beda dari motor modern kebanyakan. Penggunaan komponen ini nggak cuma soal fungsi, tapi juga soal estetika yang bikin tampilan motor ini makin gahar dan berkarakter.
Urusan dapur pacu, motor ini mengandalkan mesin listrik yang dipasang di bagian tengah (mid-mounted motor) dan dihubungkan ke roda lewat sistem belt drive. Konfigurasi ini dipadukan dengan velg alloy 18 inci yang dibalut ban khusus aspal, sehingga sangat ideal untuk membelah kemacetan kota dengan gaya.
Untuk fitur keselamatan, sistem pengeremannya sudah dilengkapi rem cakram pada kedua rodanya demi performa berhenti yang optimal. Kombinasi teknologi modern dan gaya “jadul” ini benar-benar membuat Flying Flea C6 jadi motor listrik yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya.
Estimasi Harga dan Jadwal Rilis Flying Flea S6
Bicara soal harga, Flying Flea C6 diperkirakan akan dibanderol di kisaran Rs. 2 lakh hingga Rs. 3 lakh atau sekitar Rp37 juta sampai Rp56 jutaan (sebelum pajak). Harga ini terbilang cukup kompetitif untuk sebuah motor listrik premium dengan desain yang sangat eksklusif.
Kalau kamu lebih suka gaya yang lebih liar, sang adik yaitu Flying Flea S6 dijadwalkan menyusul untuk rilis di India sekitar November 2026. Model scrambler ini diprediksi punya harga sedikit di atas kakaknya, yakni berkisar antara Rs. 2,50 hingga Rs. 3 lakh.
Dengan rentang harga tersebut, Royal Enfield sepertinya ingin menyasar segmen gaya hidup yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa kehilangan jati diri. Tentu menarik untuk melihat bagaimana respon pasar saat motor ini benar-benar tersedia di dealer nanti.
Jadi, buat kamu yang sudah nggak sabar pengen punya motor listrik bergaya retro, sepertinya harus mulai menabung dari sekarang. Persaingan motor listrik di tahun 2026 dipastikan bakal makin seru dengan kehadiran jajaran Flying Flea ini.






