Puncaknya terjadi pada hari Sabtu saat balapan pertama dimulai dengan tensi yang sangat tinggi sejak putaran awal. Dengan penuh percaya diri, ia berhasil mengungguli pembalap dari Australia, China, Vietnam, hingga Malaysia untuk menyentuh garis finis pertama.
Kemenangan perdana di level Asia Pasifik ini memberikan suntikan motivasi yang luar biasa besar bagi perjalanan kariernya ke depan. Sabian sendiri mengaku sangat emosional dan bangga bisa mempersembahkan hasil maksimal bagi seluruh pendukungnya di Indonesia.
”Senang sekali bisa juara race 1 seri 2 ini. Rasanya beda menang pertama kali di Yamaha R3 bLU cRU Asia-Pacific Championship,” ungkap Sabian Fathul Ilmi dengan penuh semangat.
Pembuktian Kualitas di Level Asia Pasifik
Setelah meraih poin sempurna di balapan pertama, Sabian tetap berupaya maksimal pada balapan kedua yang berlangsung dalam 9 putaran. Meski harus puas finis di posisi keenam, tambahan poin tersebut sangat krusial untuk mendongkrak posisinya di papan klasemen.
Saat ini, Sabian berhasil merangsek ke posisi 6 klasemen sementara dengan total koleksi 35 poin yang sangat berharga. Hasil ini dianggap luar biasa mengingat ia kehilangan poin sama sekali pada putaran pertama di Sydney akibat masalah visa.
Manajemen Yamaha Indonesia pun memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras yang ditunjukkan oleh pembalap muda masa depan mereka ini. Mereka optimistis tren positif ini akan terus berlanjut pada seri-seri berikutnya yang tak kalah menantang.
Wahyu Rusmayadi selaku Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berharap performa ini tetap konsisten hingga seri Mandalika nanti. Menurutnya, adaptasi cepat Sabian di atas motor Yamaha R3 menjadi kunci utama kesuksesan di seri Australia kali ini.
”Kemajuan berharga diperlihatkan Sabian Fathul Ilmi karena mampu langsung memenangi race dalam penampilan debut full musim. Result ini sangat membantu mendapatkan peringkat 6 di klasemen setelah absen pada seri pertama,” pungkas Wahyu Rusmayadi.






