Sering menimbulkan masalah, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi Sahur On The Road (SOTR).
Seakan telah jadi budaya, Sahur On The Road kerap dilakukan oleh masyarakat utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta. Dalam kegiatan ini, secara berkelompok masyarakat berkonvoi dengan kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil.
Sejatinya, ada kegiatan mulia dalam SOTR ini. Biasanya kelompok masyarakat ini melakukan kegiatan sosial, dengan berbagi makanan untuk sahur bagi masyarakat tidak mampu.
Meski demikian, belakangan kerap terjadi kejadian buruk saat berkegiatan SOTR. Sering terjadi bentrokan antara kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan tersebut.
Bisa karena saling ejek, ataupun bersenggolan di jalan yang menyebabkan adanya keributan saat SOTR.
Atas dasar hal itulah, Irjen Fadil Imran memandang kegiatan SOTR saat ini lebih banyak negatifnya. Untuk itulah, Kapolda Metro Jaya meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan SOTR.
“Saya sudah mengeluarkan maklumat agar kegiatan-kegiatan tidak produktif seperti konvoi di malam hari, atas nama sahur on the road (SOTR) yang tindakannya banyak negatifnya, saya minta supaya dihentikan,” kata Fadil.
Selain kegiatan SOTR, Irjen Fadil Imran juga melarang masyarakat untuk menyalakan petasan. Kegiatan itu, dianggap akan mengganggu masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Kapolda Metro Jaya juga mengimbau agar tempat hiburan malam menaati jam operasional selama Ramadan.
“Main petasan juga demikian, dihentikan. Karena ganggu yang salat tarawih dan sebagainya. Kemudian kita menghargai orang yang berpuasa, tempat hiburan menaati jam buka dan tutup sesuai ketentuan Perda,” jelasnya.
“Kami dari Polda, akan bekerjasama dengan Pemda DKI untuk semua bisa berjalan dengan lancar dan baik,” sambungnya.






