“Program yang dijalankan APIC, sejalan dengan program-progam yang ada di Griyo. Dan kami senang betul bahwa kesamaan kami sebagai komunitas kecil ini bisa memberi manfaat bagi banyak orang,” Ungkap Wistianto Nugroho selaku Ketua Griyo.
Ada sekitar 25 bikers dari APIC dan Griyo, yang turun tangan membantu secara gotong royong merenovasi omah ngaji itu.
Rombongan komunitas yang tidak banyak disambut oleh Surinto selaku kepala Dukuh, Restu Wijayadi selaku Ketua RT setempat dan Durori, S,. pdi, Mpd selaku Lurah Sendangsari.
Dalam sambutannya senada mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi yang luar biasa, karena mampu menyasar kegiatan sosial ke tempat yang lokasinya terpencil.
Kepala Dukuh setempat juga merasa terharu bahwa perhatian komunitas otomotif ini luar biasa. “Dari merekalah omah Ngaji ini akhirnya mendapatkan perhatian dari JNE. Saya sadari tanpa. Informasi dari teman-teman komunitas khususnya APIC, mungkin omah mengaji akan tetap seperti ini.” Jelas Pak Surinto selaku kepala Dukuh Benyo.
“Terima kasih kepada APIC yang telah memberikan informasi akan keberadaan omah ngaji ini, dan bismillah bantuan karpet, merchandise, bisa menumbuhkan semangat mengaji warga Benyo,” Kata Bro Musa, perwakilan dari JNE.
Mohammad Feriadi, Presiden Direktur JNE juga mengucapkan Terima kasih kepada para pejuang omah ngaji di Bantul. “Terima kasih juga kepada APIC yang telah berkoordinasi dengan JNE untuk program baik itu. Karena kegiatan itu masuk salam program ‘benih baik” yang ada di JNE,” Kata Bro Feri.

Acara yang berlangsung seputar serah terima kebutuhan Omah Ngaji, uang tunai dan bantuan tenaga dari sejumlah teman-teman komunitas. “Kerja bakti dan gotong royong inilah yang menambah keguyuban kita,” ungkap Bro Temon dan kawan-kawan Griyo.










