Tak hanya fokus pada model baru, QJMotor juga menyiapkan strategi berbeda lewat penguatan teknologi transmisi otomatis jenis AMT (Automated Manual Transmission).
Menariknya, pendekatan otomatis ini tidak diarahkan ke skuter matik seperti kebanyakan pabrikan lain, melainkan ke motor dengan karakter yang lebih kuat.
“Kami ingin melebarkan market automatic, tetapi bukan skuter matik. Kami menghadirkannya lewat model cruiser automatic,” jelas Budi.
Strategi ini menyasar konsumen skuter matik yang ingin naik kelas ke motor dengan tampilan lebih gagah dan sensasi berkendara yang berbeda. QJMotor pun berharap terjadi peralihan atau switching dari pengguna skutik ke model cruiser otomatis yang lebih berani dan unik.
Optimisme QJMotor sendiri bukan tanpa dasar. Sepanjang 2025, kinerja penjualan dinilai cukup solid. Segmen cruiser, khususnya seri QJMotor SRV, disebut telah membukukan pemesanan hingga ribuan unit, meski angka detailnya belum diungkap ke publik.
Dengan kombinasi model baru, perluasan segmen, serta pendekatan teknologi otomatis yang tak biasa, QJMotor tampaknya siap kembali membuat kejutan dan menggebrak pasar roda dua Indonesia pada 2026 mendatang.






