“Motor ini sedikit berbeda karena tingginya. Pada akhirnya, saya menggunakan jok yang lebih tinggi dengan aerodinamika. Saya merasa lebih baik karena motor lebih mudah direm dan bagian belakang lebih terkendali,” ungkap Toprak.
Namun demikian, ia belum sepenuhnya yakin dengan setelan tersebut. Menurutnya, peran sayap aerodinamika sangat krusial di MotoGP saat ini, meski posisi setang yang terlalu tinggi membuatnya kesulitan membungkuk di beberapa tikungan.
Toprak Razgatlioglu Ubah Gaya Berkendara Demi Bisa Kompetitif di MotoGP
Toprak juga menegaskan bahwa perbedaan gaya berkendara menjadi tantangan terbesar dalam proses adaptasinya. Dibandingkan rekan-rekan sesama pembalap Yamaha, ia memilih pendekatan yang sedikit berbeda, terutama soal posisi jok dan setang.
Dalam hal pengereman, Toprak mengaku masih terus belajar. Ia harus mengubah gaya balapnya agar bisa menjaga kecepatan di tikungan, bahkan mengadopsi pendekatan ala Moto2 di beberapa sektor.
“Tidak mudah mengubah gaya mengemudi, tapi saya membutuhkannya. Saat ini sangat sulit, namun saya terus mencoba,” tutup pembalap bernomor #07 tersebut.
Dengan waktu adaptasi yang masih panjang, perjalanan Toprak Razgatlioglu MotoGP di musim debutnya jelas patut dinantikan, terutama melihat keberaniannya bereksperimen demi menemukan performa terbaik.






