Pahami bahwa kendaraan butuh waktu untuk merespons perintah pengereman yang kamu berikan. Dengan menjaga jarak, kamu punya waktu yang cukup untuk menghindar jika terjadi sesuatu yang mendadak di depan.
Protokol SOP Saat Mendekati Area Persimpangan
Jusri menekankan protokol “Roll of Total”, yaitu mengurangi tarikan gas sekitar 50 sampai 100 meter sebelum memasuki area persimpangan. Langkah ini adalah awal yang baik untuk mengontrol kecepatan motor secara perlahan.
Selanjutnya, selalu terapkan cover the brake dengan meletakkan jari di tuas rem agar siap melakukan pengereman darurat kapan saja. Antisipasi adalah kunci agar kamu tidak kaget saat ada kendaraan lain yang tiba-tiba muncul.
Lakukan teknik head-on swivel dengan menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri untuk memantau situasi lalu lintas. Kamu harus mengidentifikasi perilaku pengguna jalan lain di persimpangan tersebut untuk memastikan jalur benar-benar aman.
Terakhir, pastikan kamu selalu memiliki ruang menghindar, baik ke sisi kiri maupun kanan jalan. Ruang darurat ini sangat vital sebagai jalur penyelamat jika ada ancaman keselamatan yang muncul tiba-tiba.
Keselamatan Adalah Tujuan Utama, Bukan Siapa yang Paling Jago
Ingatlah prinsip expect the unexpected, karena di jalan raya kita tidak pernah tahu apa yang akan dilakukan oleh pengendara lain. Jangan pernah menyerobot lampu merah atau menyalip di persimpangan hanya karena merasa sedang dalam rombongan besar.
Kecelakaan sering terjadi karena kedua belah pihak sama-sama memberikan kontribusi kelalaian, seperti memaksakan menyalip di titik buta. Jadilah pengendara yang cerdas dengan selalu menerapkan manajemen risiko dalam setiap perjalanan.
Jangan pernah menjadikan jalan umum sebagai ajang balapan atau tempat untuk memuaskan ego pribadi. Tujuan utama dari setiap perjalanan adalah berangkat dengan selamat dan pulang ke rumah dengan selamat pula.
Komitmen komunitas motor seharusnya bukan sekadar terlihat solid atau powerful di jalanan. Di jalan raya, predikat “siapa yang benar” tidaklah penting, karena yang paling utama adalah “siapa yang selamat”.






