Jurnalbikers.com – Tes Shakedown MotoGP 2026 resmi menjadi momen kembalinya deru motor-motor prototipe ke lintasan setelah libur musim dingin panjang sejak Tes Valencia 2025.
Digelar di Sirkuit Internasional Petronas Sepang pada 29–31 Januari 2026, sesi ini jadi fondasi krusial bagi pabrikan sebelum memasuki rangkaian tes resmi dan musim balap yang sesungguhnya.
Seperti namanya, shakedown bukan sekadar adu cepat. Tes ini lebih difokuskan sebagai sesi pemanasan teknis.
Tim-tim pabrikan memanfaatkan momen ini untuk memastikan seluruh komponen baru—mulai dari mesin, sasis, aerodinamika, hingga perangkat elektronik—berfungsi normal tanpa kendala berarti.
Fungsi Penting Tes Shakedown MotoGP 2026
Dalam regulasi MotoGP, Januari menjadi bulan yang cukup “sunyi” karena tim dilarang melakukan pengujian umum. Nah, Tes Shakedown MotoGP 2026 menjadi celah resmi pertama yang bisa dimanfaatkan oleh tim penguji untuk turun ke lintasan.
Namun jangan salah, tidak semua pembalap reguler boleh ambil bagian. Sesuai aturan, hanya dua kategori pembalap yang diizinkan tampil, yakni test rider (pembalap penguji) dan rookie atau pembalap debutan. Tujuannya jelas, memberi ruang adaptasi sekaligus pengembangan motor tanpa tekanan kompetisi.
Musim ini, deretan rookie juga cukup menarik perhatian. Ada Diogo Moreira dari Pro Honda LCR, sang Juara Dunia Moto2 2025, serta Toprak Razgatlioglu yang akhirnya resmi naik kelas ke MotoGP bersama Prima Pramac Yamaha usai menyabet tiga gelar WorldSBK.
Yamaha Dapat Keuntungan Konsesi Level D
Sorotan utama di Sepang jelas tertuju ke Yamaha. Saat ini, pabrikan asal Iwata tersebut menjadi satu-satunya tim yang memegang konsesi level D. Artinya, Yamaha mendapat “headstart” berupa kelonggaran regulasi, termasuk menurunkan pembalap utama lebih awal.






