Jurnalbikers.com – Saat bepergian dan mesti mengajak anak menggunakan sepeda motor, ada beberapa aturan yang mesti Sobat Bikers ketahui saat bonceng anak naik motor.
Bagi para orang tua pengendara sepeda motor, bentuk kasih sayang paling nyata tidak melulu berupa kado mahal, melainkan perlindungan keselamatan maksimal saat membonceng si kecil di jalan raya.
Sayangnya, kita masih sering menjumpai kebiasaan membonceng anak yang sangat membahayakan keselamatan mereka di jalanan.
Menyambut Hari Anak Nasional, keluarga besar Wahana Honda mengajak Sobat Bikers menerapkan tiga langkah penting berkendara aman bersama buah hati.
Penerapan langkah ini sangat krusial demi menjaga keselamatan generasi penerus dari potensi kecelakaan lalu lintas.
Pahami Aturan Bonceng Anak Naik Motor yang Tepat di Jok Belakang
Pemandangan membonceng anak di area dek depan atau menggunakan kursi tambahan merupakan hal yang masih sangat sering kita temui sehari-hari.
Banyak orang tua beralasan agar anak bisa melihat pemandangan dengan leluasa atau agar pengendara lebih mudah mengawasi si kecil.
Namun secara teknis safety riding, kebiasaan menaruh anak di depan sangat dilarang karena memiliki risiko kecelakaan yang luar biasa besar.
Menaruh anak di depan sama saja menjadikan tubuh mungil mereka sebagai “tameng” yang menerima hantaman angin kencang, debu, polusi, serta kerikil jalanan secara langsung.
Selain itu, keberadaan anak di depan akan membatasi ruang gerak stang kemudi Brosis saat harus melakukan manuver mendadak.
Anak kecil yang aktif juga rentan memainkan tombol instrumen atau memutar selongsong gas secara tidak sengaja yang bisa membuat motor melompat liar.
Oleh karena itu, aturan paling tepat adalah selalu mendudukkan anak di jok belakang.
Pastikan tubuh si kecil sudah cukup tinggi sehingga kakinya menapak kokoh di atas footstep belakang dan tangannya mampu memeluk pinggang Sobat Bikers dari belakang secara sempurna.
Lengkapi Safety Gear Wajib untuk Anak, Jangan Kompromi!
Kita sering melihat orang tua memakai helm mahal dan jaket tebal, sedangkan anak yang dibonceng dibiarkan tanpa pelindung kepala atau hanya memakai kaos tipis dan sandal jepit.
Ingat Sobat Bikers, aspal jalanan tidak akan menjadi lunak hanya karena yang jatuh adalah seorang anak kecil.



