Kejadian perselisihan terjadi ketika para bikers ingin beristirahat, tetiba pemilik penginapan menegur adanya suara musik yang terdengar. Bro Ferry menceritakan, suara musik memang ada namun tidak terlalu keras. Hanya saja sangat disayangkan, teguran pemilik penginapan dirasa terlalu berlebihan.
“Ibu pemilik penginapan mengatakan suara musik keras dan kami dianggap mau dugem. Kami katakana, kami kesini ingin beristirahat bukan mau dugem. Suara musik memang terdengar hingga kebawah namun tidak terlalu kencang,” cerita Bro Ferry.
Sang ibu pemilik penginapan tetap marah, sambil masuk kedalam. Namun saat itu, ada salah satu anggota biker yang tersulut emosinya lalu menghampiri pemilik penginapan.
“Perlu rekan-rekan bikers ketahui, dalam potongan rekaman CCTV tersebut kami tidak ada tindak pengeroyokan. Kami berusaha menjelaskan permasalah dengan sebaiknya. Salah satu anggota kami tidak melakukan pemukulan sama sekali. Dalam tayangan video salah satu anggota kami hanya mencoba meminta anak pemilik penginapan untuk diam terlebih dahulu, bukan mendorong atau memukulnya,” jelas Bro Ferry.
“Setelah itu kami meminta bantuan rekan-rekan Lampung Max Owner (LMO) untuk membantu kami mencari penginapan kembali. Selanjutnya, saya meminta teman-teman untuk keluar dari penginapan. Hal ini kami maksudkan agar permasalah tidak berlarut,” lanjutnya.






