Hogers Indonesia juga sangat menghormati kearifan lokal masyarakat Toraja yang memiliki nilai budaya dan kekerabatan yang sangat luhur.
Mereka berkomitmen untuk tunduk pada setiap tahapan penyelesaian berdasarkan adat istiadat setempat yang berlaku bagi keluarga korban.
Secara internal, organisasi kini tengah melakukan evaluasi besar-besaran untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Fokus utama saat ini adalah memastikan tanggung jawab moral dan adat terpenuhi secara penuh dan transparan.
Pihak manajemen komunitas juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan foto atau video kejadian tanpa sensor demi menjaga perasaan keluarga.
Hal ini dilakukan untuk mencegah trauma mendalam dan menjaga suasana duka tetap kondusif bagi semua pihak.
Kutipan Resmi Ketua Hogers Indonesia
Sebagai bentuk pernyataan resmi, Yudi Djaja menyampaikan pesan yang sangat emosional mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggotanya:
“Mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggota HOGERS INDONESIA, dengan kerendahan hati yang paling dalam, kami menyampaikan rasa duka cita dan penyesalan yang teramat dalam atas musibah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan berpulangnya ananda J. Kami menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada kata-kata, materi, maupun tindakan apa pun yang mampu mengobati luka dan menggantikan kehilangan yang teramat berat ini.”
Pernyataan tersebut menutup klarifikasi resmi organisasi yang berharap agar proses hukum dan adat dapat berjalan dengan baik serta memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.






