Nominal tersebut membuat El Diablo unggul dari Marc Marquez yang berada di posisi kedua. Juara dunia MotoGP 2025 itu “hanya” menerima gaji pokok USD 10,5 juta (Rp175,6 miliar), ditambah bonus USD 3,5 juta (Rp58,5 miliar), sehingga totalnya mencapai USD 14 juta atau sekitar Rp234,1 miliar per musim.
Pembalap dengan Gaji Terendah
Di sisi lain, ada pula pembalap yang harus puas dengan bayaran paling minim. Masih mengacu pada sumber yang sama, predikat tersebut disandang oleh Fermin Aldeguer.
Pembalap asal Spanyol itu hanya mengantongi gaji pokok USD 330 ribu atau sekitar Rp5,5 miliar per tahun. Meski begitu, Aldeguer masih berpeluang menambah pemasukan lewat bonus hingga USD 800 ribu (Rp13,3 miliar). Totalnya, ia mengumpulkan USD 1,1 juta atau setara Rp18,3 miliar dalam setahun.
Angka tersebut terbilang wajar mengingat Aldeguer berstatus rookie. Namun yang bikin kaget, total gajinya justru setara dengan Marco Bezzecchi, yang musim lalu tampil sebagai penantang serius gelar juara dunia.
Bahkan, Aldeguer dan Bezzecchi masih kalah dari sesama pendatang baru, Diogo Moreira. Rider asal Brasil itu kabarnya digaji USD 1,8 juta atau sekitar Rp30,1 miliar per tahun oleh Honda.
Melihat data ini, jelas terlihat bahwa perbedaan gaji pembalap MotoGP 2026 bukan cuma soal prestasi, tapi juga nilai jual dan strategi tim. Menarik untuk ditunggu, apakah performa di lintasan musim ini bakal sebanding dengan nilai kontrak mereka.






