Wednesday, March 4, 2026
jurnalbikers.com
No Result
View All Result
  • Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Berita Mobil
  • Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Berita Mobil
No Result
View All Result
No Result
View All Result
jurnalbikers.com

Home » Mengenal Standar Helm DOT, Snell, FIM dan SHARP

Mengenal Standar Helm DOT, Snell, FIM dan SHARP

Reza Agis Surya Putra by Reza Agis Surya Putra
16/10/2021
in Berita
0
Standar Helm
FacebookTwitterWhatsApp

Sertifikasi standar keamanan helm jadi perhatian penting bagi Bikers ketika ingin membeli helm. Selain SNI, sertifikasi ada dari DOT, Snell, FIM dan SHARP.

Untuk mendapatkan sejumlah sertifikasi standar keamanan helm, pihak pabrikan helm harus melakukan pengujian terhadap produk helm yang diproduksinya. Adanya stiker sertifikasi yang ada di helm menandakan helm itu sudah lulus uji kelayakan berdasarkan paramater-parameter tertentu.

Pengujian produk helm itu sendiri untuk mendapatkan data ketahanan helm, terhadap suatu benturan ataupun abrasi. Dengan begitu bisa diketahui, sekuat apa helm itu bisa melindungi bagian kepala dan leher pengendara sepeda motor.

RelatedPosts

Touring Bukan Ajang Pamer Ego, Yuk Pahami Etika Group Riding

Ducati DesertX 2026 Resmi Meluncur dengan Mesin V2 Baru yang Lebih Ringan

Belajar dari Kecelakaan di Kulon Progo, Jusri Pulubuhu: Jalan Sepi Bukan Berarti Bisa Gas Pol!

WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com
WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com

Selain SNI, pada beberapa merek helm baik lokal ataupun impor terdapat sertifikasi DOT dan Snell. Banyak kalangan Bikers percaya bahwa, dua sertifikasi ini yang terbaik. Sebab tingkat pengujian dilakukan dengan detail.

Standar Helm DOT

Standar Helm
Stiker DOT

DOT yang asalnya dari Amerika Serikat, sejatinya merupakan singkatan dari Departement of Transportation atau Departemen Transportasi untuk negara tersebut.

Untuk mendapatkan sertifikasi ini,  Pengujian helm dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Association (NHTSA) di bawah Department of Transportation Amerika Serikat.

Dalam pengujiannya, DOT melakukan uji ketahanan dengan menggunakan tes benturan, di mana sebuah helm bagian dalamnnya diberikan dummy dengan bentuk kepala manusia. Dummy kepala itu dilengkapi juga dengan beberapa sensor.

Sensor-sensor terebut nantinya akan merekam kecepatan dan G-Force saat helm itu dijatuhkan pada bidang permukaan berbeda, dari ketinggian yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga :  Yamaha Rilis Fazzio Hybrid Starry Night Special Edition Buat Anak Skena

Berdasarkan data energi yang diterima sensor pada dummy kepala dari benturan tersebut, akan diputuskan apakah sebuah helm lolos atau tidak terhadap uji standarisasi DOT tersebut.

Pengujian itu dilakukan paling tidak dua kali, untuk mengetahui ketahanan helm saat mengalami benturan berulang kali.

Selain itu ada juga pengujian lain yakni tes penetrasi. Pengujian tes penetrasi dilakukan untuk memastikan bagian kepala tidak terkena efek berat saat terjadi kecelakaan.

Ada juga tes ketahanan yang disebut dengan retention system, pengujian ini untuk mengetahui apakah helm akan terlepas dari kepala ketika terjadi kecelakaan. Umumnya yang diuji adalah kekuatan tali dan pengait helm.

Dari berbagai sumber diketahui, sertifikasi DOT banyak mendapatkan kritikan. Sebab, pihak pabrikan helm sendiri bisa menyatakan kalau produk mereka sudah sesuai dengan standar DOT, untuk kemudian memasang lebel DOT pada produknya.

Namun jika helm tersebut kemudian diuji dan ternyata tak lolos, barulah sertifikasi DOT pada produk tersebut dicabut. Padahal bisa saja helm tersebut sudah terlanjur beredar di pasaran. Pun demikian, di Amerika Serikat ada hukuman berat jika produsen helm gagal memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.

Produsen helm di Amerika akan dikenakan denda sebesar US$ 5.000 per helm jika helm tersebut tidak melakukan pengujian dan memiliki sertifikasi DOT. Hal ini yang kemudian membuat produsen helm memilih untuk benar-benar mematuhi standarisasi DOT.

Related

Page 1 of 3
123Next
Tags: DOTFIMSertifikasi HelmSHARPSnellStandar Helm
Previous Post

4 Model Jaket Motor Alpinestars Sesuai Peruntukannya

Next Post

NWI Chapter Tangerang Selatan Rayakan 6 Tahun Kebersamaannya

Related Posts

Etika Group Riding

Touring Bukan Ajang Pamer Ego, Yuk Pahami Etika Group Riding

04/03/2026
Ducati DesertX 2026

Ducati DesertX 2026 Resmi Meluncur dengan Mesin V2 Baru yang Lebih Ringan

04/03/2026
Tips Keselamatan Berkendara Moge

Belajar dari Kecelakaan di Kulon Progo, Jusri Pulubuhu: Jalan Sepi Bukan Berarti Bisa Gas Pol!

03/03/2026
Kecelakaan Moge Bos Rokok HS di Kulon Progo

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Sebabkan Istri Bos Rokok HS Wafat

03/03/2026
Harley-Davidson MotoGP Thailand 2026

Harley-Davidson Pamer Model ST Terbaru dan Tim Indonesia di MotoGP Thailand 2026

03/03/2026
Promo Ramadhan Piaggio Indonesia

Sambut Ramadhan, Piaggio Indonesia Tebar Promo Menarik “You Know You Want It”

03/03/2026
Load More
Leave Comment
jurnalbikers.com

© 2021 Jurnalbikers.com

About Us

  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

  • Login
No Result
View All Result
  • Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Berita Mobil

© 2021 Jurnalbikers.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
 

Loading Comments...