Friday, July 24, 2026
  • Login
jurnalbikers.com
  • Berita
  • Komunitas
  • Gaya Hidup
  • Mobil
  • Motor
  • Tips & Trik
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Berita
  • Komunitas
  • Gaya Hidup
  • Mobil
  • Motor
  • Tips & Trik
  • Teknologi
No Result
View All Result
jurnalbikers.com
No Result
View All Result
Standar Helm

Mengenal Standar Helm DOT, Snell, FIM dan SHARP

Reza Agis Surya Putra by Reza Agis Surya Putra
16/10/2021
in Berita
0
Share on FacebookShare on Twitter

RelatedPosts

Moto Guzzi World Days 2026 Rayakan Ulang Tahun Ke-105 dengan Pabrik dan Museum Baru

Beli Mobil Bekas di Yogyakarta Makin Mudah dengan Hadirnya Store Baru OLXmobbi

Audi Indonesia Siapkan Kejutan Baru Keluarga Audi Q Series di GIIAS 2026

Sertifikasi standar keamanan helm jadi perhatian penting bagi Bikers ketika ingin membeli helm. Selain SNI, sertifikasi ada dari DOT, Snell, FIM dan SHARP.

Untuk mendapatkan sejumlah sertifikasi standar keamanan helm, pihak pabrikan helm harus melakukan pengujian terhadap produk helm yang diproduksinya. Adanya stiker sertifikasi yang ada di helm menandakan helm itu sudah lulus uji kelayakan berdasarkan paramater-parameter tertentu.

Pengujian produk helm itu sendiri untuk mendapatkan data ketahanan helm, terhadap suatu benturan ataupun abrasi. Dengan begitu bisa diketahui, sekuat apa helm itu bisa melindungi bagian kepala dan leher pengendara sepeda motor.

WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com

Selain SNI, pada beberapa merek helm baik lokal ataupun impor terdapat sertifikasi DOT dan Snell. Banyak kalangan Bikers percaya bahwa, dua sertifikasi ini yang terbaik. Sebab tingkat pengujian dilakukan dengan detail.

Wahana Honda juni 2026 Wahana Honda juni 2026 Wahana Honda juni 2026

Standar Helm DOT

Standar Helm
Stiker DOT

DOT yang asalnya dari Amerika Serikat, sejatinya merupakan singkatan dari Departement of Transportation atau Departemen Transportasi untuk negara tersebut.

Untuk mendapatkan sertifikasi ini,  Pengujian helm dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Association (NHTSA) di bawah Department of Transportation Amerika Serikat.

Dalam pengujiannya, DOT melakukan uji ketahanan dengan menggunakan tes benturan, di mana sebuah helm bagian dalamnnya diberikan dummy dengan bentuk kepala manusia. Dummy kepala itu dilengkapi juga dengan beberapa sensor.

Sensor-sensor terebut nantinya akan merekam kecepatan dan G-Force saat helm itu dijatuhkan pada bidang permukaan berbeda, dari ketinggian yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga :  Aksi Nyata AHM Hijaukan Karawang dan Dorong Ekonomi Lewat Ekowisata Mangrove Tambaksari

Berdasarkan data energi yang diterima sensor pada dummy kepala dari benturan tersebut, akan diputuskan apakah sebuah helm lolos atau tidak terhadap uji standarisasi DOT tersebut.

Pengujian itu dilakukan paling tidak dua kali, untuk mengetahui ketahanan helm saat mengalami benturan berulang kali.

Selain itu ada juga pengujian lain yakni tes penetrasi. Pengujian tes penetrasi dilakukan untuk memastikan bagian kepala tidak terkena efek berat saat terjadi kecelakaan.

Ada juga tes ketahanan yang disebut dengan retention system, pengujian ini untuk mengetahui apakah helm akan terlepas dari kepala ketika terjadi kecelakaan. Umumnya yang diuji adalah kekuatan tali dan pengait helm.

Dari berbagai sumber diketahui, sertifikasi DOT banyak mendapatkan kritikan. Sebab, pihak pabrikan helm sendiri bisa menyatakan kalau produk mereka sudah sesuai dengan standar DOT, untuk kemudian memasang lebel DOT pada produknya.

Namun jika helm tersebut kemudian diuji dan ternyata tak lolos, barulah sertifikasi DOT pada produk tersebut dicabut. Padahal bisa saja helm tersebut sudah terlanjur beredar di pasaran. Pun demikian, di Amerika Serikat ada hukuman berat jika produsen helm gagal memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.

Produsen helm di Amerika akan dikenakan denda sebesar US$ 5.000 per helm jika helm tersebut tidak melakukan pengujian dan memiliki sertifikasi DOT. Hal ini yang kemudian membuat produsen helm memilih untuk benar-benar mematuhi standarisasi DOT.

Sertifikasi Snell

Standar Helm
Stiker Snell

Selain DOT pada helm impor atau helm premium umumnya ada juga label sertifikasi Snell.

Snell juga berasal dari Amerika, hanya saja sertifikasi helm Snell dianggap lebih baik. Sebab untuk mendapatkan sertifikasi ini sebuah produk helm harus melalui tahapan pengujian yang lebih berat dan sulit.

Baca Juga :  Wahana Makmur Sejati Raih Juara 1 Kategori Team Leader KLHN 2026

Apabila sertifikasi DOT adalah wajib buat produsen helm (di Amerika Serikat), maka sertifikasi Snell ini bersifat opsional. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh sebuah  organisasi pengujian non-profit.

Ada perbedaan standar pengujian antara Snell dengan DOT, Snell mengeluarkan sertifikasi standar baru setiap lima tahun sekali. Setiap periode tersebut, ada parameter-parameter pengujian baru yang diperbarui.

Rangkaian pengujian Snell adalah, melakukan uji jatuh helm dengan memakai 5 bentuk permukaan yang berbeda. Helm dijatuhkan dari ketinggian yang berbeda dan posisinya lebih tinggi dibanding tes yang dilakukan oleh DOT.

Snell juga melakukan pengujian pada bagian chin bar (bagian helm yang ada di depan dagu) selain menguji bagian batok helm. Visor atau kaca helm juga diuji yakni dengan menembakkan 3 buah material khusus dari sebuah senapan angin

Share this:

  • Tweet
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on Threads (Opens in new window) Threads
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp

Like this:

Like Loading…

Related

Page 1 of 2
12Next
Tags: DOTFIMSertifikasi HelmSHARPSnellStandar Helm
Share196Tweet123Send
Previous Post

4 Model Jaket Motor Alpinestars Sesuai Peruntukannya

Next Post

NWI Chapter Tangerang Selatan Rayakan 6 Tahun Kebersamaannya

Reza Agis Surya Putra

Reza Agis Surya Putra

Related Posts

Moto Guzzi World Days 2026

Moto Guzzi World Days 2026 Rayakan Ulang Tahun Ke-105 dengan Pabrik dan Museum Baru

24/07/2026
0

Jurnalbikers.com - Pecinta roda dua di seluruh dunia siap-siap merapat karena gelaran Moto Guzzi World Days 2026 bakal jadi perayaan paling...

Store Baru OLXmobbi Yogyakarta

Beli Mobil Bekas di Yogyakarta Makin Mudah dengan Hadirnya Store Baru OLXmobbi

24/07/2026
0

Jurnalbikers.com - OLXmobbi secara resmi memperluas jangkauan layanannya di wilayah Jawa Tengah dan DIY dengan membuka store baru yang siap melayani...

Audi Q Series GIIAS 2026

Audi Indonesia Siapkan Kejutan Baru Keluarga Audi Q Series di GIIAS 2026

24/07/2026
0

Jurnalbikers.com - Audi Indonesia kembali membakar rasa penasaran para pecinta otomotif tanah air dengan menebar kode peluncuran model terbaru dari trah...

Ekowisata Mangrove Tambaksari

Aksi Nyata AHM Hijaukan Karawang dan Dorong Ekonomi Lewat Ekowisata Mangrove Tambaksari

23/07/2026
0

Jurnalbikers.com - PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian ekosistem pesisir dengan memperkuat kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari...

Leave Comment
jurnalbikers.com

Copyright © 2021 Jurnalbikers.com

Navigate Site

  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
  • Komunitas
  • Gaya Hidup
  • Mobil
  • Motor
  • Tips & Trik
  • Teknologi

Copyright © 2021 Jurnalbikers.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.

Loading Comments...

    %d