Saturday, March 7, 2026
jurnalbikers.com
No Result
View All Result
  • Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Berita Mobil
  • Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Berita Mobil
No Result
View All Result
No Result
View All Result
jurnalbikers.com

Home » Mengenal Standar Helm DOT, Snell, FIM dan SHARP

Mengenal Standar Helm DOT, Snell, FIM dan SHARP

Reza Agis Surya Putra by Reza Agis Surya Putra
16/10/2021
in Berita
0
Standar Helm
FacebookTwitterWhatsApp

Sertifikasi standar keamanan helm jadi perhatian penting bagi Bikers ketika ingin membeli helm. Selain SNI, sertifikasi ada dari DOT, Snell, FIM dan SHARP.

Untuk mendapatkan sejumlah sertifikasi standar keamanan helm, pihak pabrikan helm harus melakukan pengujian terhadap produk helm yang diproduksinya. Adanya stiker sertifikasi yang ada di helm menandakan helm itu sudah lulus uji kelayakan berdasarkan paramater-parameter tertentu.

Pengujian produk helm itu sendiri untuk mendapatkan data ketahanan helm, terhadap suatu benturan ataupun abrasi. Dengan begitu bisa diketahui, sekuat apa helm itu bisa melindungi bagian kepala dan leher pengendara sepeda motor.

RelatedPosts

Gowes Makin Asyik Jelang Ramadan dengan Promo MABBES ATR Cycling

Buka Puasa Bersama Wahana, Dari Silaturahmi hingga Intip Inovasi Verdeen

Mudik Makin Nyaman, Bale Santai Honda 2026 Hadir di Cikupa!

WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com

Selain SNI, pada beberapa merek helm baik lokal ataupun impor terdapat sertifikasi DOT dan Snell. Banyak kalangan Bikers percaya bahwa, dua sertifikasi ini yang terbaik. Sebab tingkat pengujian dilakukan dengan detail.

Standar Helm DOT

Standar Helm
Stiker DOT

DOT yang asalnya dari Amerika Serikat, sejatinya merupakan singkatan dari Departement of Transportation atau Departemen Transportasi untuk negara tersebut.

Untuk mendapatkan sertifikasi ini,  Pengujian helm dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Association (NHTSA) di bawah Department of Transportation Amerika Serikat.

Dalam pengujiannya, DOT melakukan uji ketahanan dengan menggunakan tes benturan, di mana sebuah helm bagian dalamnnya diberikan dummy dengan bentuk kepala manusia. Dummy kepala itu dilengkapi juga dengan beberapa sensor.

Sensor-sensor terebut nantinya akan merekam kecepatan dan G-Force saat helm itu dijatuhkan pada bidang permukaan berbeda, dari ketinggian yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Berdasarkan data energi yang diterima sensor pada dummy kepala dari benturan tersebut, akan diputuskan apakah sebuah helm lolos atau tidak terhadap uji standarisasi DOT tersebut.

Baca Juga :  Intip Serunya Joan Mir dan Luca Marini di Bali

Pengujian itu dilakukan paling tidak dua kali, untuk mengetahui ketahanan helm saat mengalami benturan berulang kali.

Selain itu ada juga pengujian lain yakni tes penetrasi. Pengujian tes penetrasi dilakukan untuk memastikan bagian kepala tidak terkena efek berat saat terjadi kecelakaan.

Ada juga tes ketahanan yang disebut dengan retention system, pengujian ini untuk mengetahui apakah helm akan terlepas dari kepala ketika terjadi kecelakaan. Umumnya yang diuji adalah kekuatan tali dan pengait helm.

Dari berbagai sumber diketahui, sertifikasi DOT banyak mendapatkan kritikan. Sebab, pihak pabrikan helm sendiri bisa menyatakan kalau produk mereka sudah sesuai dengan standar DOT, untuk kemudian memasang lebel DOT pada produknya.

WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com

Namun jika helm tersebut kemudian diuji dan ternyata tak lolos, barulah sertifikasi DOT pada produk tersebut dicabut. Padahal bisa saja helm tersebut sudah terlanjur beredar di pasaran. Pun demikian, di Amerika Serikat ada hukuman berat jika produsen helm gagal memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.

Produsen helm di Amerika akan dikenakan denda sebesar US$ 5.000 per helm jika helm tersebut tidak melakukan pengujian dan memiliki sertifikasi DOT. Hal ini yang kemudian membuat produsen helm memilih untuk benar-benar mematuhi standarisasi DOT.

Related

Page 1 of 3
123Next
Tags: DOTFIMSertifikasi HelmSHARPSnellStandar Helm
Previous Post

4 Model Jaket Motor Alpinestars Sesuai Peruntukannya

Next Post

NWI Chapter Tangerang Selatan Rayakan 6 Tahun Kebersamaannya

Related Posts

Promo Ramadan ATR Cycling

Gowes Makin Asyik Jelang Ramadan dengan Promo MABBES ATR Cycling

07/03/2026
Buka Puasa Bersama Wahana

Buka Puasa Bersama Wahana, Dari Silaturahmi hingga Intip Inovasi Verdeen

06/03/2026
Bale Santai Honda Wahana 2026

Mudik Makin Nyaman, Bale Santai Honda 2026 Hadir di Cikupa!

06/03/2026
Laba Bersih FIFGROUP 2025

FIFGROUP Cetak Laba Capai Rp4,63 Triliun di Sepanjang Tahun 2025

05/03/2026
Joan Mir dan Luca Marini di Bali

Intip Serunya Joan Mir dan Luca Marini di Bali

05/03/2026
Program RAFI Pertamina Lubricants 2026

Berbagi Energi di Jalan, Program RAFI Pertamina Lubricants 2026 Hadirkan Ganti Oli Gratis hingga Lesehan Mudik

05/03/2026
Load More
Leave Comment
jurnalbikers.com

© 2021 Jurnalbikers.com

About Us

  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

  • Login
No Result
View All Result
  • Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Berita Mobil

© 2021 Jurnalbikers.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
 

Loading Comments...