Drama terjadi di tikungan akhir saat Resky mencoba melakukan late braking namun sayangnya ia sedikit melebar dari jalur. Momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh Abimanyu untuk mengunci posisi pertama dan mengibarkan bendera Merah Putih.
Meski menang, Abimanyu harus menerima catatan long lap penalty untuk seri berikutnya karena selebrasi yang dilakukan sedikit terlalu dini. Namun, hal itu tidak mengurangi kebanggaan atas prestasi luar biasa yang sudah ia torehkan untuk Indonesia.
Dukungan Penuh untuk Talenta Muda Indonesia
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Abimanyu yang sempat mengalami kesulitan pada balapan di hari pertama sebelumnya. Dukungan teknis dan mental dari kru mekanik menjadi kunci utama kebangkitannya di atas podium tertinggi.
“Saya sangat senang karena bisa kembali ke puncak podium di race kedua ini, setelah kesulitan di race pertama kemarin. Banyak masukan dari seluruh tim dan alhamdulillah saya bisa improve di race dua,” ungkap Abimanyu dengan nada penuh syukur.
Ia pun menyadari konsekuensi dari aksi selebrasinya dan berjanji akan tetap tampil habis-habisan pada seri balap mendatang.
“Sayang, harus mendapatkan longlap penalty di race mendatang, saya akan berjuang di seri berikutnya,” tambahnya lagi.
Semangat pantang menyerah ini diharapkan terus konsisten hingga akhir musim kompetisi demi mengejar gelar juara umum. Para pebalap muda ini membuktikan bahwa pembinaan sejak dini memberikan dampak besar bagi kualitas kompetisi mereka.
Komitmen AHM Mencetak Pebalap Berprestasi Dunia
Keberhasilan di Sepang ini mendapat apresiasi langsung dari manajemen AHM yang terus memantau perkembangan talenta-talenta muda ini. General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menyebut hasil ini sebagai bukti kegigihan anak bangsa.
“Kegigihan serta mentalitas yang kuat menjadi modal positif pebalap belia bersaing di level balap yang lebih tinggi. Dalam hal ini kami pun terus mendampingi mereka sehinga memiliki bekal yang kuat untuk bersaing membawa nama bangsa,” ujar Andy.
Pihak manajemen berkomitmen untuk terus memberikan fasilitas dan pelatihan terbaik bagi para pebalap agar siap mental di segala kondisi. Pengalaman di IHTTC menjadi jenjang karir yang krusial sebelum mereka melangkah ke level balap yang lebih bergengsi.
Kombinasi antara skill mumpuni dan mental juara diharapkan mampu membawa mereka ke ajang balap dunia yang lebih besar. Perjalanan masih panjang, namun langkah awal di Sepang ini sudah memberikan sinyal positif bagi masa depan otomotif Indonesia.
Selanjutnya, duo pebalap asal Semarang dan Sleman ini akan kembali turun ke lintasan pada bulan Juli mendatang. Jangan lupa berikan dukungan kalian agar bendera Indonesia kembali berkibar di ajang IHTTC 2026 berikutnya!






