Tips Perjalanan ke Himalaya
Setelah mengkombinasikan kecintaannya mendaki gunung dan riding, Anwar menambahkan bahwa kalau mau touring ke Gunung Himalaya yang utama harus disiapkan adalah fisik yang kuat. Adapun mental dapat memutuskan untuk melaksanakan menunggang kuda tersebut.
“Bagi kami anak gunung, Gunung Himalaya itu adalah ikon dan merupakan atapnya dunia. Jika ingin mempersiapkan mental sebagai bekal utama. Jika mental belum ada, dapat dipersiapkan mulai dari setelah mendaftar atau memutuskan untuk melakukan perjalanan tersebut. Kalau mental kuat meski fisik lemah itu akan dapat terbantu.” ungkap Anwar.

Dengan ikut Moto Himalaya 2022, Anwar menjalankan hobi motoran sekaligus mengenang cita-cita saat di gunung gede. Berkendara ke Gunung Himalaya menggunakan sepeda motor Anwar merasakan dapat semua yakni pemandangan alam yang indah dan sejauh mata memandang, suasana di puncak gunung dan kenikmatan tersendiri yang hanya bisa dirasakan saat berkendara.
Perjalanan selama sembilan hari menggunakan Royal Enfield Himalaya di dataran tinggi, berikut adalah rangkaian waktu dan jarak tempuh para peserta.
Hari pertama yakni pada tanggal 26 Agustus 2022 peserta tiba di Leh. Mengingap di sana dan melakukan adaptasi dengan sepeda motor juga lingkungan lalu lintas. Kemudian tanggal 28 Agustus 2022 mereka melakukan perjalanan dari Leh ke Nubra dengan jarak sekitar 128 kilometer.
- Tanggal 29 Agustus 2022: Perjalanan dari Nubra ke Pangong Tso, 169 km.
- Tanggal 30 Agustus 2022: Perjalanan dari Pangong Tso ke Leh (via Chang-La), 140 km.
- Tanggal 31 Agustus 2022: Perjalanan dari Leh ke Tso Moriri, 220 km. Dari sini peserta telah mencapai titik terakhir riding Moto Himalaya Royal Enfield 2022. Kemudian mereka kembali ke Leh sebelum akhirnya pulang ke Indonesia.
- Tanggal 1 September 2022: Perjalanan dimulai dari Tso Moriri ke Tso Kar, 110 km.
- Tanggal 2 September 2022: Perjalanan dari Tso Kar ke Leh (122 km)
- Dan pada tanggal 3 September 2022 peserta tiba di Leh kemudian check out dan memulai perjalanan ke tanah air.Total perjalanan yang dilakukan kurang lebih 949 km atau bisa dibulatkan menjadi 1.000 km.
“Berkendara di Indonesia kan datar, namun tetap ada beberapa lokasi yang karakternya menanjak, menurun dan tikungan perpaduan keduanya. Di Himalaya karakter kondisi dasar ada jurang, tebing dan lebih dominan bahayanya. Tidak terbayang medan yang akan dicapai, bukan medan biasa.” ungkap Anwar.
Menutup percakapan dengan redaksi, pria yang kini memilih tinggal di perkampungan daerah Kemang, Kabupaten Bogor ini tidak menampik bahwa perjalanan ke touring ke puncak Himalaya membutuhkan modal yang tidak sedikit. ##



