“Konsep ini bisa diaplikasikan pada motor listik kecil hingga kendaraan listik untuk kebutuhan yang lebih berat, seperti pada kendaraan angkut roda tiga atau bahkan roda empat berukuran kecil,” jelas Nolan.
“Sebagai contoh, satu baterai standar memiliki kapasitas 2 kWh, jika dipasangkan dua baterai bersamaan menjadi 4 kWh, cukup untuk sebuah sepeda motor menempuh jarak lebih dari 120 km dan kecepatan bisa mencapai 80 hingga 90 bahkan 200 km/jam,” sambungnya.
Saat ini, pabrik baterai Phylion sudah berjalan selama 1,5 tahun di kawasan Cikupa, Tangerang, Banten yang menjadi salah satu dari empat basis peroduksi di dunia. Pabrik tersebut kini tengah fokus untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal dan melengkapi line up produk baterai sepeda motor atau kendaraan lebih besar untuk pasar Indonesia.
Pada saat yang sama, perusahaan ini telah menata bisnis bahan baku baterai “Phylion Qingyuan”, merek operasi baterai “Power Up the City”, dan bisnis daur ulang baterai “Phylion New Material”, yang membuka seluruh evolusi ekologi rantai industri.






