Sistem distribusi Desmodromic ini juga mengurangi energi yang terbuang untuk membuka katup mesin. Hasilnya, diagram pengangkatan katup bisa dibuat lebih agresif untuk menghasilkan tenaga yang meledak-ledak namun tetap linier.
Sasis Ringan dan Ergonomi Juara

Rangka perimeter aluminium pada motor ini dirancang sangat teliti dengan berat hanya 8,95 kg untuk memastikan keseimbangan antara kekuatan dan kelenturan. Fokus utama teknisi Borgo Panigale adalah menciptakan struktur yang kaku namun tetap ringan demi pengendalian yang presisi di udara maupun di tanah.
Desainnya yang ringkas tidak hanya soal performa, tapi juga memudahkan mekanik dalam melakukan perawatan rutin di sela-sela balapan. Misalnya, pelepasan batang peredam kejut bisa dilakukan dengan sangat cepat berkat posisi pemasangan yang strategis di tengah sasis.
Urusan pengereman, Ducati tetap mempercayakan pada mitra setianya, Brembo, yang dipadukan dengan cakram rem Galfer. Kombinasi ini menjamin daya henti yang pakem dan konsisten, memberikan kepercayaan diri ekstra bagi pembalap saat melakukan late braking.
Suspensi depan Showa berdiameter 49 mm yang digunakan juga sepenuhnya dapat diatur sesuai karakter sirkuit. Lapisan titanium oxide pada kaki garpu membuatnya 60% lebih keras dan tahan terhadap goresan kerikil tajam di lintasan balap.
Teknologi Elektronik ala MotoGP di Ducati Desmo450 MX Factory
Bukan Ducati namanya jika tidak menyematkan teknologi canggih, termasuk sistem Ducati Traction Control (DTC) yang sesungguhnya pada motor garuk tanah ini. DTC pada Desmo450 MX mampu membaca tingkat selip roda belakang secara aktual dan memberikan respon yang sangat halus.
Menariknya, sistem ini cukup pintar untuk mendeteksi saat motor sedang melompat sehingga kontrol traksi akan nonaktif secara otomatis. Pembalap juga bisa mematikan sistem secara instan hanya dengan menekan tuas kopling jika ingin merasakan tenaga penuh tanpa intervensi.
Fitur elektronik lainnya mencakup Launch Control, Engine Brake Control, hingga Quickshifter yang semuanya bisa diatur melalui aplikasi X-Link di smartphone. Berkat modul WiFi standar, kamu bisa menyesuaikan riding mode hanya dalam hitungan detik sebelum gerbang start jatuh.
Untuk ketersediaan, motor ini dijadwalkan tiba di dealer seluruh dunia mulai Januari 2026. Menariknya, di Indonesia sendiri, dua unit pertama sudah digunakan oleh pembalap andalan Diva Ismayana dan Hilman Maksum untuk membela Ducati MX Team Indonesia di ajang Kejurnas.



