“Kami harus memahaminya, dan tetap positif. Saatnya beristirahat sejenak dan bersiap untuk kembali di MotoGP Silverstone dengan tujuan pasti, kembali menjadi yang terbaik, dan saya yakin kami bisa melakukan dengan baik di Inggris nanti,” jelas Bastianini.
Sementara itu Diggia lebih menganggap banyak hasil positif didapat usai hadapi MotoGP Belanda.
“Meskipun balapannya begitu berat, kami masih bisa finis meraih tambahan poin, dan bisa dibilang mengendarai motor jauh lebih baik berbanding saat sesi latihan.”
Padahal Diggia berharap bisa tembus antara posisi 8 dan 11, “Tapi sayangnya getaran begitu besar di bagian depan motor di paruh kedua balapan, hal ini menjadi kendala terbesar kami,” tambah Diggia.
Sri Adinegara berharap di seri berikutnya pada MotoGP Inggris, kedua pembalap bisa kembali kuat dalam perebutan titel Juara Dunia MotoGP 2022.
“Semoga jeda balapan dan rehat penuh selama bulan Juli nanti bisa dimanfaatkan oleh kedua pembalap, dan juga tim dengan baik untuk bisa kembali tampil kuat hadapi paruh musim di MotoGP Inggris pada 7 Agustus mendatang. Tentunya, masih ada harapan bagi Enea untuk dapat bersaing dengan para pembalap di klasemen 5 besar, serta Diggia untuk memperbaikin posisi klasemennya saat ini. Kami optimis bisa meraih hasil yang positif di akhir musim nanti” pungkas Sri Adinegara.



