• Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Mobil
Wednesday, June 3, 2026
  • Login
jurnalbikers.com
  • Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Mobil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Mobil
No Result
View All Result
jurnalbikers.com
No Result
View All Result
FIFGROUP Teman Meraih Impian April 2026 FIFGROUP Teman Meraih Impian April 2026 FIFGROUP Teman Meraih Impian April 2026

Home » Terungkap! Ini Penyebab Rangka eSAF Bermasalah

Terungkap! Ini Penyebab Rangka eSAF Bermasalah

Reza Agis Surya Putra by Reza Agis Surya Putra
06/09/2023
in Berita
0
Penyebab Rangka eSAF Bermasalah
FacebookTwitterWhatsApp

Jurnalbikers.com – Penyebab rangka eSAF bermasalah seperti berkarat, keropos hingga patah masih hangat jadi pembicaraan di masyarakat.

Dtech-Enggineering melalui kanal YouTube-nya jelaskan penyebab rangka eSAF bermasalah, bahkan bisa membahayakan pengguna motor dengan rangka tersebut.

RelatedPosts

Ride Without Limit: Petualangan Touring Lintas Pulau bareng Suzuki V-Strom 250SX

Berburu Kuliner Nusantara Seru di FIFestival Street Food 2026

Perayaan HUT FORWOT ke-23 Digelar Lewat Turnamen Padel Kekinian!

WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com WhatsApp Channel Jurnalbikers.com

Dalam penjelasanya Dtech-Enggineering melakukan simulasi rangka eSAF melalui sistem Finite Element Analysis (FEA). FEA adalah metode analisis untuk mensimulasikan respon suatu benda terhadap beban tertentu.

Dengan analisis ini, dapat dipahami pola persebaran gaya pada rangka dan memahami batas kekuatannya. Sebagai informasi, tim Dtech-Engineering memiliki keahlian dalam desain, teknik, dan simulasi FEA.

Untuk informasi tambahan, Firma yang bermarkas di Salatiga, Jawa Tengah ini juga pernah merancang bracket untuk mesin pesawat jet. Di mana hasil rancangannya itu, bisa memangkas 84 persen beban bracket sebelumnya tanpa mengurangi kekuatannya.

Penyebab Rangka eSAF Bermasalah Bukan dari Desain

Dalam meneliti rangka eSAF, tim Dtech-Enggineering selain gunakan metode FEA juga gunakan metode fisik. Untuk ini, tim membongkar sebuah motor Honda Beat yang masih baru dan belum digunakan sama sekali.

Ketika membongkar, ada hal mengejutkan bagi tim. Ditemukan bercak silicon island atau silikat, di banyak bagian rangka yang alami pengelasan.

“Ya seperti kita lihat, banyak bercak silicon island atau silikat di bagian-bagian yang dilas ini,” ucap Fajrul Falah selaku Education Program Director Dtech-Enggineering.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa, rangka eSAF memiliki desain yang sangat cerdas. Titik-titik sambungan yang mungkin dianggap sebagai titik lemah, ternyata adalah bagian dari “control zone” yang dirancang untuk menyerap energi kinetik saat terjadi benturan.

Baca Juga :  Berburu Kuliner Nusantara Seru di FIFestival Street Food 2026

“Sebagian besar tekanan yang diterima oleh rangka, terdistribusi dengan baik di control zone. Ini yang membuat rangka tetap kokoh,” jelas Fajrul dalam video.

Keretakan rangka ini, tidak disebabkan oleh kekurangan desain rangka. Namun ada faktor eksternal yang memainkan peran penting dalam keretakan ini, yaitu masalah korosi.

Ketika material mengalami korosi, kekuatannya akan berkurang, bahkan jika desainnya sangat bagus sekalipun.

Pada penjelasan video itu, Ada beberapa penyebab korosi pada rangka eSAF. Yaitu masalah dalam proses pengelasan, lapisan cat yang tidak rata, dan genangan air.

Terdapat bekas pengelasan yang tidak dibersihkan dengan baik, yang dapat menyebabkan karat. Selain itu, bagian dalam rangka yang tidak memiliki lapisan cat, membuatnya rentan terhadap korosi.

Genangan Air di Dalam Rangka dan Cover Bawah Dek Motor Jadi Penyebab Korosi

Masalah ketiga adalah adanya resiko genangan air di dalam rangka. Air dapat masuk ke dalam rangka dan tertahan di dalamnya, hal ini disebabkan oleh lubang pembuangan air tidak cukup besar dan posisinya tidak berada di tempat yang tepat.

Wahana Honda Mei 2026 Wahana Honda Mei 2026 Wahana Honda Mei 2026

Pada video tersebut, Dtech-Enggineering juga memperhatikan bagian cover motor di bagian bawah dek yang ternyata memiliki lubang pembuangan yang kecil. Cover tersebut, bisa menampung air yang terperangkap sehingga sebabkan korosi di rangka motor.

Disoroti juga, ketebalan material rangka yang kurang dari 1,5 mm. Ketika terkena air akibat hujan atau genangan banjir, resiko korosi dan keropos semakin cepat terjadi karena tipisnya material.

Related

Page 1 of 2
12Next
Tags: Penyebab Rangka eSAF BermasalahRangka ESAFRangka ESAF BerkaratRangka eSAF HondaRangka Motor HondaRangka Motor Honda Patah
Previous Post

Sunmorgab V160 Community Jabodetabek Jadi Ajang Silaturahmi

Next Post

TVS Apache RTR 310 Diluncurkan, Bawa Banyak Fitur Berteknologi Canggih

Related Posts

Touring Suzuki V-Strom 250SX

Ride Without Limit: Petualangan Touring Lintas Pulau bareng Suzuki V-Strom 250SX

03/06/2026
FIFestival Street Food 2026

Berburu Kuliner Nusantara Seru di FIFestival Street Food 2026

03/06/2026
HUT FORWOT ke-23

Perayaan HUT FORWOT ke-23 Digelar Lewat Turnamen Padel Kekinian!

01/06/2026
Korlantas Polri luncurkan SIM digital

Korlantas Polri Luncurkan SIM Digital, Dompet Ketinggalan Nggak Jadi Masalah Lagi!

01/06/2026
fitur Info Lacak Dokumen di aplikasi WANDA

Gak Pake Galau, Cek Status Motor dan Part Honda Lewat Fitur Info Lacak Dokumen di aplikasi WANDA!

30/05/2026
Sepeda Listrik Ofero Terbaru

Sepeda Listrik Ofero Terbaru Resmi Meluncur Bareng Pabrik Baru di Semarang

30/05/2026
Load More
Leave Comment
jurnalbikers.com

© 2021 Jurnalbikers.com

About Us

  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Berita
  • Komunitas
  • Tips & Trik
  • Profil
  • Balap
  • Gaya Hidup
  • Mobil

© 2021 Jurnalbikers.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.