Langkah ketiga, kurangi kecepatan motor kamu dari biasanya agar kamu punya waktu lebih untuk membaca situasi jalan.
Langkah keempat, jaga jarak aman yang lebih jauh dengan kendaraan di depan kamu.
Mengingat daya cengkeram ban berkurang di atas abu, jarak ekstra ini penting banget buat antisipasi pengereman mendadak.
Langkah kelima, hindari melakukan pengereman keras atau manuver yang mendadak.
Ngerem dadak di atas jalan licin cuma bakal bikin ban selip dan motor gampang hilang keseimbangan.
Selalu Prioritaskan Keselamatan di Jalan
Keputusan terbaik di jalanan extreme sering kali adalah tahu kapan harus berhenti dan beristirahat.
Langkah keenam, kalau jarak pandang sudah makin parah dan makin pekat, jangan pernah memaksakan diri untuk lanjut jalan.
Segera cari tempat aman atau area tertutup untuk berteduh sejenak sampai kondisi udara lebih kondusif.
Menjaga keselamatan bukan cuma soal skill, tapi juga soal kepedulian kita terhadap sesama pengguna jalan.
“Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan. Saat menghadapi jalan yang terdampak abu vulkanik, pengendara perlu lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.
“Pada kondisi seperti baru-baru ini pengendara harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Apalagi paparan abu vulkanik yang terbawa angin begitu pekat, jangan terburu-buru serta jangan memaksakan perjalanan jika tidak memungkinkan. Mari jaga diri, jaga sesama, karena keselamatan di jalan juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan lain,” lanjut Agus Sani.
Ingat ya, apa pun kondisinya, selalu utamakan keselamatan dengan tetap #Cari_Aman, Jaga Diri, dan Jaga Sesama di setiap perjalanan!



