Dapur pacunya memadukan mesin bensin V35A-FTS V6 3.500 cc twin-turbo berdaya 305 kW dan torsi 650 Nm dengan motor listrik berdaya 36 kW serta torsi 250 Nm.
Kombinasi Parallel Hybrid System tersebut menyemburkan total output fantastis mencapai 341 kW dan torsi puncak 790 Nm, menjadikannya spesies Land Cruiser paling buas yang pernah diproduksi.
Urusan melibas medan berat pun terasa makin gampang berkat hadirnya fitur Auto Multi Terrain Select yang bisa mendeteksi karakter permukaan jalan secara otomatis untuk traksi maksimal.
Sensasi Baru Petualangan Bersama Land Cruiser FJ dan bZ4X Touring

Selain meluncurkan LC300 Hybrid, Toyota juga memberikan special preview untuk Land Cruiser FJ yang mengusung konsep desain klasik nan fungsional khas generasi pertama.
Ditenagai mesin 2TR-FE 2.700 cc bertenaga 122 kW dan sistem 4WD part-time, SUV 5-seater ini siap diajak menjelajah berbagai medan ekstrem dengan penuh gaya.

Tak ketinggalan, hadir pula New bZ4X Touring Battery EV yang memadukan desain estate touring anggun dengan ketangguhan SUV serta kapasitas bagasi yang jauh lebih lapang.
Berbekal dua motor listrik AWD berdaya total 280 kW dan baterai 74,69 kWh, mobil listrik murni ini sanggup menempuh jarak hingga 487 km serta didukung fitur pengisian cepat (DC Fast Charging) 28 menit saja.
Daftar Harga Resmi Mobil Elektrifikasi Toyota di GIIAS 2026
Buat kamu yang penasaran dan berencana meminang jajaran mobil elektrifikasi Toyota GIIAS 2026 ini, berikut adalah rincian harga resminya (OTR Jakarta):
- New Land Cruiser 300 Hybrid EV: Rp 2.716.000.000
- New Land Cruiser 300 GR-S Hybrid EV: Rp 2.816.000.000
- New bZ4X Touring Battery EV: Rp 889.000.000
“Bagi Toyota, mobilitas bukan hanya tentang seberapa jauh sebuah perjalanan, tetapi juga tentang menghadirkan kenyamanan, rasa percaya diri, peace of mind, dan excitement di setiap perjalanan. Untuk itu, kami akan terus memahami kebutuhan pelanggan serta berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari talenta, mitra lokal, hingga para pelanggan. Karena masa depan mobilitas bukan sesuatu yang dapat kami bangun sendiri, melainkan sesuatu yang harus kita wujudkan bersama,” tutup Takuya Yokohama.



