“Balapan hari ini, saya akui memang kurang tampil maksimal. Ini karena saya menjaga agar tidak terjadi kecelakaan lagi yang bisa membuat pemulihannya memakan waktu lama. Tapi untuk balapan kedua, saya berusaha semaksimal mungkin,” papar Faerozi.
Tampil kurang maksimal, tak hanya dirasakan oleh Faerozi. Arai pun merasakan hal serupa karena di lap terakhir, ia bersama tunggangannya hampir bersenggolan dengan rekan sesama tim. Mengharuskan ia mengerem mendadak, hingga tergelincir.
“Saya akui, balapan hari ini saya membuat kesalahan karena tidak sabar. Untuk besok, di lap terakhir saya mencoba untuk lebih sabar karena saya memiliki target meraih podium terhormat. Melihat siaran ulang balapan tadi, saya mengevaluasi kesalahan saya di mana, kekurangannya di mana, dan akan diimprovisasi.” Tukas Arai.
Wahyu Rusmayadi selaku manajer tim Yamaha Racing Indonesia juga berkomentar terkait performa anak didiknya. Ia mengaku, bahwa Arai, Faerozi dan Chandra dari awal sudah mendominasi di posisi depan. Bahkan, ketiganya tampil berdampingan hingga di lap terakhir.
“Lap terakhir memang momentum buat semua pembalap yang memiliki strategi masing-masing. Hingga akhirnya ada Rey dari Yamalube RRS yang kami support juga (tampil sebagai juara pertama). Dan Tiga pembalap Yamaha Racing Indonesia, Faerozi, Arai, dan Chandra menunjukkan potensinya yang sangat baik dan kami optimis bisa mendapatkan podium di race kedua besok.” Tutupnya.






