Jurnalbikers.com – Sebagai komponen penting untuk performa mesin motor, ada dua jenis busi yakni busi dingin dan busi panas.
Busi adalah komponen vital pada sistem pengapian motor. Fungsi utamanya adalah untuk memantikkan api di ruang bakar agar proses pembakaran bahan bakar dan udara terjadi dengan optimal.
Namun, tahukah Sobat Bikers bahwa busi motor dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu busi panas dan busi dingin?
Artikel ini akan membahas pengertian keduanya serta cara membedakannya.
Pengertian Busi Motor Panas dan Dingin
Busi panas dirancang untuk menyimpan panas lebih lama sebelum melepaskannya ke kepala silinder.
Karakteristik ini membuatnya cocok digunakan pada mesin motor yang beroperasi dalam kondisi ringan atau kecepatan rendah hingga sedang.
Sementara busi dingin, dirancang untuk melepaskan panas lebih cepat ke kepala silinder, sehingga suhu busi tetap terjaga. Biasanya digunakan pada motor dengan performa tinggi yang sering bekerja pada putaran mesin tinggi.
Disampaikan oleh Diko Diko Oktaviano selaku Technical Support PT Nittera Mobility Indonesia (Busi NGK), bahwasanya penggunaan kedua jenis busi ini telah ditentukan oleh pabrikan motor.
“Pada dasarnya, pabrikan sudah menentukan penggunaan jenis busi, berdasarkan kompresi yang dihasilkan oleh mesin. Semakin panas suhu ruang bakar maka dibutuhkan busi dingin untuk membuang panas dengan lebih cepat,” jelas Diko.
Cara Membedakan
Membedakan busi panas dan dingin bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek berikut:
Panjang Insulator
Busi panas memiliki insulator yang lebih panjang, sedangkan busi dingin memiliki insulator yang lebih pendek. Insulator ini adalah bagian keramik yang mengelilingi elektroda tengah busi.
Kode pada Busi
Produsen busi biasanya mencantumkan kode pada busi untuk menunjukkan tingkat panasnya.






