Jurnalbikers.com – Ada yang unik terjadi saat Veda Ega Pratama, pebalap Honda Team Asia berhasil raih podium ketiga dalam ajang balap Moto3 Brasil 2026.
Veda Ega Pratama ketika berdiri di podium Sirkuit Internasional Ayrton Senna, Brasil, Minggu (22/3) kemarin sukses mencuri perhatian netizen saat rayakan keberhasilannya.
Meskipun berhasil mengamankan posisi ketiga, pembalap Honda Team Asia ini memilih untuk tidak ikut serta dalam tradisi semprot sampanye bersama pebalap lainnya.
Momen unik tersebut terlihat jelas saat Maximo Quiles dan Marco Morelli mulai merayakan kemenangan mereka dengan botol alkohol tersebut. Veda justru tetap tenang dan membiarkan botol miliknya tetap tertutup rapat tanpa ikut larut dalam euforia selebrasi yang biasanya dilakukan para juara.
Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan yang kuat bagi pebalap kelahiran Gunungkidul ini. Melalui sambungan Zoom pada Kamis (26/3), ia menjelaskan bahwa dirinya merasa belum cukup umur untuk melakukan hal tersebut.
“Kalau di bawah 18 tahun belum boleh menyemprotkan alkohol, soalnya punya saya juga belum dibuka tutup botolnya. Karena memang gak boleh juga, terus haram,” ujar Veda yang saat ini masih berusia 17 tahun.
Tantangan Veda Ega Pratama usai Moto3 Brasil 2026
Setelah sukses di Brasil, tantangan berikutnya bagi Veda adalah menaklukkan Circuit Of The Americas (COTA) di Amerika Serikat pekan ini. Sirkuit ini merupakan salah satu dari enam lintasan baru yang harus dipelajari oleh Veda sepanjang musim balap 2026 ini.
Selain COTA, Veda juga harus beradaptasi dengan karakter sirkuit di Hungaria, Republik Ceko, Inggris, hingga Australia. Mengingat statusnya sebagai debutan di lintasan tersebut, strategi khusus tentu sangat dibutuhkan agar tetap kompetitif.
Untuk mempercepat proses adaptasi, Veda memiliki cara yang cukup unik dan modern yakni dengan memanfaatkan teknologi digital. Ia mengaku sering menonton video balapan dan bermain game simulasi untuk menghafal titik pengereman serta karakter tikungan.






