Jurnalbikers.com – Kegiatan touring bareng komunitas memang seru banget, tapi sayangnya masih banyak yang abai dengan etika group riding yang benar terlebih di persimpangan.
Jusri Pulubuhu, Founder & Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), mengingatkan bahwa tekanan internal di dalam rombongan sering kali memicu kecelakaan.
Banyak rider yang merasa terintimidasi untuk terus menempel barisan meskipun kemampuan fisik atau kondisi motornya sedang tidak prima. Jangan sampai hanya karena ingin terlihat solid, kamu justru memaksakan diri mengejar rombongan tanpa perhitungan matang.
Ego sering kali menjadi musuh terbesar saat kita berada dalam barisan group riding. Padahal, setiap peserta harus jujur dengan kemampuannya sendiri dan tidak asal gas pol hanya demi menjaga ritme.
Satu hal yang paling krusial adalah jangan pernah melakukan overtake atau menyalip di area persimpangan. Tindakan ini sangat berbahaya karena risiko benturan dengan pengguna jalan lain dari arah yang berbeda sangatlah tinggi.
Terapkan Etika Group Riding di Persimpangan dan Aturan Jarak Aman
Etika group riding di persimpangan mewajibkan seorang Road Captain untuk melakukan pemindaian jalan sejauh 30 hingga 120 detik ke depan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi potensi bahaya sebelum rombongan benar-benar sampai di titik tersebut.






