Biar penampilan makin total, para pemilik motor ini juga bisa memesan helm dan jaket teknis edisi terbatas. Tentu saja apparel tersebut punya skema warna yang matching banget dengan motor yang mereka pinang.
Sentuhan Seni Ugo Nespolo di Balik Ketangguhan Ducati Collezione 100
Menariknya, Collezione 100 bukan sekadar motor balap biasa, tapi merupakan karya seni berjalan hasil kolaborasi dengan seniman legendaris Italia, Ugo Nespolo. Penggemar berat Ducati ini menuangkan gaya khasnya yang penuh warna, unik, dan dinamis ke dalam proyek abad ini.
Setiap pembeli nantinya bakal dapet sepasang cetakan seni bernomor seri sama dengan motornya yang ditandatangani langsung oleh Nespolo. Kolaborasi epik ini sukses mengubah lintasan lurus Sirkuit Mugello menjadi galeri seni megah saat peluncuran.
“Hasilnya adalah sebuah koleksi permata sejati: unik, sangat khas, dan penuh karakter,” ujar perwakilan Ducati saat menjelaskan keindahan seni di lintasan Tuscany.
Saat acara peluncuran, pembalap top Marc Márquez dan Pecco Bagnaia juga ikut meramaikan suasana dengan pamer motor tim Lenovo. Motor mereka dibalut livery khusus balapan Mugello yang menggabungkan pola geometris dinamis dari sepuluh grafis koleksi abad ini.
Desain fairing-nya berkilau dengan efek glitter yang mengingatkan kita pada motor legendaris 750 Imola Desmo. Sementara di bagian depan, ada perpaduan grafis modern dengan pelat nomor oval bergaya vintage yang super estetik.
Koleksi anniversary ini juga menginspirasi para mitra resmi Ducati untuk bikin produk merchandise yang gak kalah premium. Ada Piquadro yang merilis empat seri ransel eksklusif, serta Carrera yang meluncurkan kacamata hitam Anniversary Edition terbatas cuma 1.000 unit.
Buat kamu yang penasaran ingin lihat langsung, koleksi ini bakal dipajang di World Ducati Week pada tanggal 3-5 Juli mendatang. Setelah itu, sepuluh motor ini akan terbang ke Inggris untuk mejeng di Goodwood Festival of Speed sebelum akhirnya pulang ke museum di Bologna.
Intip Detail 10 Model Legendaris dalam Koleksi Abad Ini
Berikut adalah 10 model Ducati Collezione 100 yang siap menjadi kolek terbaik di abad ini:
1. Panigale V4 S 100 (Inspirasi: 750 Imola Desmo – 1972)
Motor ini mengusung livery perak berkilau khas kemenangan Paul Smart dan Bruno Spaggiari di Imola 200 Miles tahun 1972. Dilengkapi bodi serat karbon premium, knalpot titanium Akrapovič, dan dikirim langsung menggunakan peti kayu eksklusif.
2. Panigale V2 S 100 (Inspirasi: 750 Super Sport Desmo – 1975)
Dibalut kelir kuning ikonik yang terinspirasi dari motor juara Franco Uncini di Kejuaraan Italia 1975. Ini adalah model pertama di keluarga V2 baru yang memakai kopling kering ringkas untuk penggunaan sirkuit.
3. Streetfighter V4 S 100 (Inspirasi: Ducati 900 Sport Desmo Darmah – 1979)
Gaya sangar dipadukan dengan kombinasi warna hitam dan emas yang sangat populer di era 70-an hingga 80-an. Bagian undertail-nya dihiasi grafis kepala harimau ikonik yang bikin tampilannya makin gahar di jalanan.
4. Monster 100 (Inspirasi: Monster S4Rs Tricolore – 2008)
Hadir dengan livery tiga warna bendera Italia (Tricolore) yang menandai era penutup Monster generasi pertama yang sangat melegenda. Motor ini makin seksi dengan windshield bawaan dan kit penutup jok model single seater.
5. XDiavel V4 100 (Inspirasi: 750 Super Sport “California Hot Rod” – 1977)
Merayakan kemenangan bersejarah Cook Neilson di lintasan oval Daytona yang mendongkrak popularitas Ducati di Amerika Serikat. Cruiser ini tampil beda dengan jok kulit premium dan kopling kering untuk sensasi berkendara yang personal.
6. Diavel V4 RS 100 (Inspirasi: 900 Replica – 1979)
Mengadopsi warna hijau, merah, dan putih khas motor pemenang balapan Isle of Man TT tahun 1978. Dibekali mesin gahar Desmosedici Stradale, motor kolektor ini juga dilengkapi open clutch cover untuk penggunaan sirkuit.
7. Multistrada V4 RS 100 (Inspirasi: 500 SL Pantah – 1979)
Menghidupkan kembali semangat motor pertama Ducati yang menggunakan rangka trellis dan mesin Pantah modern di zamannya. Livery-nya menyematkan logo klasik hasil desain desainer mobil ternama, Giorgetto Giugiaro, lengkap dengan logo Desmo di buritan.
8. Scrambler 100 (Inspirasi: 250 Scrambler – 1962)
Mengambil basis dari Scrambler Nightshift untuk menghormati motor dirt track pertama pesanan importir Amerika Serikat, Joe Berliner. Desainnya dibuat manis dengan detail perunggu Centenario pada dudukan setang aluminium billet.
9. Hypermotard V2 SP 100 (Inspirasi: Ducati 860 “24 Horas de Montjuïc” – 1975)
Membawa aura balap ketahanan (endurance) dengan warna mencolok dari tim legendaris NCR milik Nepoti dan Caracchi. Versi tertinggi ini dipersenjatai dengan suspensi Öhlins, velg tempa, serta kopling kering yang responsif.
10. DesertX 100 (Inspirasi: Pantah “Ice” – 1981)
Terinspirasi dari motor balap es ekstrem modifikasi Pantah 500 yang dulu dipakai beraksi di Pegunungan Alpen. Motor petualang ini tampil nyentrik dengan kelir kuning-biru, spakbor depan tinggi, dan kisi-kisi pelindung lampu depan.






